ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al-Manar kembali menggelar prosesi pengukuhan Santri Akhir Angkatan ke-XIX pada Ahad (11/05/2025), yang berlangsung khidmat di Lapangan Alm. Ustadz Fadhil Ahmadi, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Sebanyak 125 santri, yang terdiri dari 71 santriwan dan 54 santriwati, resmi dikukuhkan sebagai lulusan tahun ini.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd., menegaskan pentingnya adab dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyampaikan bahwa nilai akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, melainkan karakter dan perilaku mulia yang ditunjukkan santri setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Beliau juga mengingatkan para wali santri agar tetap melanjutkan proses pembinaan karakter di rumah, karena pendidikan tidak berakhir saat santri keluar dari lingkungan pesantren.
Sebagai bentuk bakti dan kenang-kenangan, Angkatan XIX menyerahkan wakaf berupa satu unit mobil Toyota Hilux senilai Rp70 juta. Wakaf ini menjadi catatan sejarah sebagai kontribusi terbesar dari alumni Pesantren Al-Manar hingga saat ini dan akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional serta logistik pesantren.

Pada kesempatan tersebut, pesantren juga memberikan penghargaan kepada santri dengan hafalan Al-Qur’an terbanyak. Raihana Afra Afifah berhasil meraih penghargaan tertinggi dengan hafalan 24 juz, disusul oleh Ilham Syahrul yang menghafal 14 juz, dan Dhea Aulia dengan hafalan 5 juz.
Ucapan terima kasih dan permohonan maaf disampaikan oleh Andria Rizkia yang mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas bimbingan para guru serta pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di Al-Manar.
Turut memberikan sambutan mewakili para wali santri, Dr. Dahrina, S.Ag., MA., orang tua dari Sultan Prawira Syabirin. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengasuh dan guru pesantren atas dedikasi dan ketulusan mereka dalam membina serta membentuk karakter anak-anak.
Sebelum orasi ilmiah dimulai, para hadirin disuguhkan sebuah video dokumenter perjalanan santri akhir Angkatan XIX sejak tahun 2019. Video ini dipersembahkan oleh Humas Al-Manar dan menampilkan jejak perjuangan para santri dari awal tes masuk hingga detik-detik akhir mereka menuntaskan masa belajar di pesantren pada tahun 2025. Tayangan ini membangkitkan haru, terlebih ketika menampilkan momen-momen kebersamaan dengan almarhum Faizul Mumtaz, santri Al-Manar yang wafat pada 17 Agustus 2024 saat duduk di kelas VI Aliyah. Banyak di antara wisudawan dan wisudawati yang tak mampu menahan air mata saat menyaksikan tayangan tersebut.
Sebagai puncak acara, Haflatul Ikhtitam tahun ini menghadirkan Prof. Dr. Teuku Zulfikar, S.Ag., M.Ed., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry sekaligus wali santri Al-Manar, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pengembangan Life-Skills sebagai Kunci Pembentukan Karakter Generasi Emas.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pendidikan yang menyeluruh dan seimbang, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk membentuk pribadi yang unggul dan berkarakter kuat.
Prosesi pengukuhan ini bukan hanya menjadi penanda kelulusan secara akademik, tetapi juga momentum peneguhan nilai-nilai luhur serta kontribusi nyata santri terhadap pesantren dan masyarakat.

