Ustadz Rahmat Munadhir, Alumni Al Manar yang Menjadi Pilar Dakwah dan Penggerak Alumni di Jakarta

Wajib Baca

Syafrizal Elselatany
Syafrizal Elselatanyhttp://blogsikasel.blogspot.com
Kolom Kabag Humas Pesantren Modern Al Manar Tulisan bebas seadanya, apa yang dilihat, apa yang dirasakan, apa yang didengar di pesantren itulah yang akan menjadi materi tulisan di kolom ini. Semua isi tulisan tanggungjawab pribadi penulis.

ALMANAR.ID  – Dari sebuah desa tenang di Aceh Besar, Gampong Lam Ilo, Lamceu, Kuta Baro, seorang pemuda alumnus pesantren melangkah jauh hingga ke jantung Ibu Kota. Ia tidak hanya mengukir prestasi sebagai imam masjid-masjid besar, tetapi juga menjadi motor penggerak dakwah dan alumni. Dialah Ustadz Rahmat Munadhir, M.Ag, alumni Pesantren Modern Al Manar angkatan ke-7 tahun 2013.

Sejak tahun 2014, Rahmat mulai merantau ke Jakarta dengan niat sederhana: menimba ilmu. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di PTIQ Jakarta jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah, lalu melanjutkan S2 di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada jurusan Tafsir dan Hadist.

Kini, Rahmat dipercaya mengemban berbagai amanah strategis: Imam Masjid Raya Pondok Indah, konsultan dan pengurus Masjid An Noor Ciputat, serta pengisi kajian Tahsinul Qira’ah dan Tafsir di sejumlah majelis taklim. Ia juga merupakan guru tetap di Sekolah Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan.

Putra dari pasangan (Alm.) Darwin bin Muhammad dan Ibu Nur’aini ini telah menikah dengan seorang perempuan asal Tasikmalaya, Nurlaeli, S.Pd pada tahun 2021 dan dikaruniai dua buah hati: Muhammad Zayed Zidan dan Sumayyah Yasmin Khalisa. Saat ini, mereka menetap di Pamulang, Tangerang Selatan.

Pada Jumat, 20 Juni 2025, Ustadz Rahmat dipercaya mendampingi Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, dalam kunjungan silaturahmi ke ruang kerja sahabat beliau, Tgk. Ahmada, anggota DPD RI asal Aceh. Kunjungan yang berlangsung hangat di Gedung DPR/MPR/DPD RI Jakarta ini menjadi simbol pentingnya jejaring alumni pesantren dalam mendukung misi dakwah dan pendidikan nasional.

Di balik aktivitasnya, Rahmat tetap menunjukkan ketulusan dalam berkhidmat kepada guru. Ia mendampingi penuh kunjungan Ustadz Ikhram di Jakarta, sekaligus mengajak rekan-rekan Ikatan Family Al Manar (IFA) untuk mempererat solidaritas dan sinergi antar alumni.

Sebagai salah satu inisiator IFA Jakarta, perannya sangat signifikan. Ia menjadi jembatan komunikasi, mentor spiritual, dan penggerak program pemberdayaan alumni, khususnya dalam bidang imam, muazzin, khatib, tahsin, dan dakwah komunitas. Di antara binaannya terdapat nama-nama seperti Ust. Arif Rahman, Ust. Defry, Ust. Iqbal Haris, dan Ust. Khairul Ihsan.

“IFA Jakarta tumbuh pelan tapi pasti. Harapannya ke depan bisa punya sekretariat tetap, jadi rumah belajar, tempat singgah, dan pusat manfaat,” ujar Rahmat.

Secara terpisah, Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, saat dihubungi oleh Humas Al Manar, menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh alumni agar bisa meneladani kiprah dan keteladanan Ustadz Rahmat Munadhir.

Beliau menegaskan bahwa setiap alumni memiliki potensi besar untuk berkontribusi sesuai dengan profesi, keahlian, dan passion masing-masing. Menurutnya, kesuksesan sebuah pesantren tidak semata-mata diukur dari besar bangunan atau lengkapnya fasilitas, namun dari sejauh mana para alumninya turun langsung ke tengah masyarakat, menyatu, dan memberi manfaat yang nyata.

“Besar kecilnya pesantren bukan diukur dari megahnya fisik, tetapi dari bagaimana alumninya bersinar di masyarakat. Mereka adalah wajah pesantren, dan syiar terbesar itu justru hadir lewat mereka,” tutur Ustadz Ikhram.

Beliau juga menambahkan bahwa peran alumni di berbagai bidang — baik dakwah, pendidikan, bisnis, pengusaha, sosial, media, maupun profesional lainnya — akan memperkuat marwah pesantren dan menyambung mata rantai perjuangan pendidikan Islam yang holistik.

Ustadz Rahmat Munadhir, Alumni Al Manar yang Menjadi Pilar Dakwah dan Penggerak Alumni di Jakarta

“Jika semua alumni menjalankan peran sesuai jalurnya masing-masing dengan penuh keikhlasan, maka Al Manar akan dikenal bukan hanya karena tempatnya, tapi karena cahaya-cahaya pengabdian yang dibawa para alumninya ke penjuru negeri,” tambahnya.

Kiprah Ustadz Rahmat Munadhir adalah contoh nyata bahwa lulusan pesantren mampu bersinar di pusat peradaban, bukan hanya dengan ilmu, tapi juga akhlak dan kebermanfaatan. Dari Lamceu ke Jakarta, ia menanam pengaruh, menyambung ukhuwah, dan menyalakan cahaya dakwah yang terus bersinar.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Penyerahan Sertifikat Apresiasi OSPA Mini Market Putri dan Kantin Putra

ALMANAR.ID Dalam rangka pergantian kepengurusan Organisasi Santri Pesantren Al-Manar (OSPA) dari organisasi lama kepada organisasi baru, Pesantren Al-Manar memberikan...

Lebih Banyak Artikel Seperti Ini