ALMANAR.ID – Dalam semangat mempererat ukhuwah antaralumni, Ikatan Family Al-Manar (IFA) mengadakan Sharing Session bersama pembina Yayasan Bungong Jeumpa Al Azhar, H. Ibrahim A. Wahab, di MZ Coffee, Sabtu malam (5/7/2025). Kegiatan santai ini dihadiri sekitar 50 alumni lintas angkatan Pesantren Modern Al-Manar.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi hangat sekaligus diskusi ringan antara alumni dan tokoh senior yayasan. Dalam suasana penuh keakraban, peserta berdialog sambil menikmati berbagai sajian khas MZ Coffee yang seluruhnya ditraktir langsung oleh H. Ibrahim A. Wahab, atau yang akrab disapa Bang Him.

Bang Him, yang dikenal sebagai pengusaha sukses Rumah Makan Medan Baru di Jakarta, rutin menginisiasi pertemuan serupa setiap kali kembali ke Aceh. “Kalian harus senang, harus bahagia. Urusan kantor, biar saya yang pikir,” ungkapnya ringan namun penuh kepedulian.
Dalam rapat terbatas pengurus IFA yang berlangsung di sela acara, Bang Him menyampaikan pesan yang menohok namun bermakna mendalam:
“Untuk pesantren kita, jangan main-main. Kalau mau main-main, jangan di pesantren.”
Pernyataan itu menjadi pengingat kuat bahwa para alumni adalah pilar utama yang menopang keberlangsungan pesantren. Ia menegaskan bahwa hidup matinya pesantren terletak pada kekuatan syiar dan kekompakan para alumninya.

Pertemuan ini juga membahas perkembangan pembangunan kantor sekretariat IFA, yang rencananya akan dilaksanakan acara kenduri tasyakuran pada Selasa, 8 Juli 2025 ini. Kehadiran kantor ini diyakini akan menjadi pusat aktivitas baru alumni, wadah bertukar gagasan, sekaligus penguat solidaritas lintas generasi.
Ketua IFA, Sibghatullah Ar-Rasyid, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus berlanjut.
“Semoga sharing session ini dapat mempererat hubungan antaralumni dan membangun sinergi kuat antara IFA dan Yayasan Bungong Jeumpa Al Azhar,” ujarnya.
Kegiatan malam itu ditutup dengan sesi foto bersama dan senyum kebersamaan, sebagai penanda bahwa IFA tak hanya menjadi tempat bernostalgia, tetapi juga ruang bergerak membangun masa depan pesantren.

