ALMANAR.ID – Dalam salah satu sesi Penataran Guru Pengabdian Pesantren Modern Al Manar tahun ajaran 2025/2026 yang berlangsung Minggu malam (25/5), Prof. Dr. Teuku Zulfikar, S.Ag., M.Ed. menyampaikan pesan mendalam kepada para peserta. Dalam sesi bertema pengembangan kepribadian guru, beliau menegaskan pentingnya menjaga lisan dan sikap dalam mendidik, sembari menyampaikan pesan utama: “Guru, jangan gampang mencap murid bodoh.”
Prof. Zulfikar—yang akrab disapa Prof. Zul—adalah Penasehat Pesantren Modern Al Manar sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Beliau dikenal aktif memberi masukan dan nasihat kepada guru-guru Al Manar sejak enam tahun terakhir, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan karakter dan etika profesi keguruan. Apalagi, putra beliau sendiri baru saja menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di pesantren ini.
Menurut beliau, ketika seorang guru mulai melabeli murid dengan sebutan negatif seperti “bodoh”, maka hal itu tidak hanya mempengaruhi cara guru tersebut memperlakukan sang murid, tapi juga membentuk keyakinan yang keliru dalam proses belajar mengajar. Guru yang sudah terlanjur menganggap seorang murid “tidak pintar” cenderung enggan bertanya kepadanya, enggan memberinya ruang untuk berkembang, dan secara tidak sadar hanya akan fokus pada murid yang dianggap “pintar”.
Padahal, lanjutnya, anak yang hari ini terlihat tertinggal bisa saja melampaui kemampuan kita sebagai guru di masa depan. Semua anak berada dalam fase tumbuh dan berkembang, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Di sinilah letak peran penting guru untuk tidak cepat menilai, tetapi membimbing dengan sabar.
Pesan moral yang disampaikan Prof. Zulfikar menjadi pengingat kuat bagi seluruh peserta penataran bahwa setiap murid memiliki potensi, dan tugas seorang guru bukanlah menghakimi, melainkan membuka jalan menuju keberhasilan mereka.

