ALMANAR.ID – Bidang Bahasa Pesantren Modern Al-Manar kembali menggelar ajang kompetisi bahasa tahunan, Language Extracurricular Competition of Al Manar (LEXICAL), yang melibatkan seluruh santri. Acara yang telah menjadi tradisi ini berlangsung mulai Kamis, 13 hingga 17 Februari 2025, bertempat di Lapangan Mini Ustadz Fadhil Ahmadi.
Kompetisi ini menyajikan berbagai cabang lomba yang menarik, termasuk pidato tiga bahasa, sing a song, fathul mu’jam, finding word and searching, watch and catch, olimpiade dua bahasa, serta rangking 1 dua bahasa.
Kabid. Bahasa Pesantren Modern Al-Manar, Ust. Rifqi Hidayatil, Lc, MA, dalam sambutannya menjelaskan bahwa LEXICAL bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam bidang kebahasaan, khususnya Bahasa Inggris dan Arab. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi para santri untuk mengasah keberanian berbicara di depan umum serta meningkatkan keterampilan berbahasa mereka dalam berbagai aspek.
Acara pembukaan LEXICAL 2025 pada malam Sabtu, 14 Februari 2025 oleh Pimpinan Pesantren, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa bagi para santri.
“Jika ingin menguasai dunia, maka kuasailah banyak bahasa, khususnya Bahasa Arab dan Inggris,” ujar beliau, menegaskan betapa pentingnya kemampuan berbahasa dalam menghadapi tantangan global.

Pada kesempatan tersebut, acara pembukaan diwarnai dengan beberapa penampilan yang menghibur, salah satunya adalah Drama Musikal bertema Bilal yang memukau seluruh penonton. Drama ini mengisahkan perjalanan seorang cucu bernama Bilal yang diantar ke pesantren oleh kakeknya. Bilal yang awalnya menolak, akhirnya pasrah dengan keinginan kakeknya untuk masuk pesantren.
Namun, di tengah proses belajar, Bilal kabur dari pesantren dan melalang buana. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan berbagai kelompok geng. Pihak pesantren, bersama kakeknya, mencari Bilal dan akhirnya menemukannya di antara geng tersebut. Namun, dalam sebuah kejadian tragis, kakek Bilal dipukul hingga meninggal oleh geng tersebut. Bilal akhirnya menyesal atas perbuatannya yang tidak mengikuti kehendak kakeknya, yang mengajarkannya pentingnya menghormati dan menuntut ilmu di pesantren.
Drama Musikal ini menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang penyesalan, pengorbanan, dan pentingnya mengikuti petuah orang tua dalam mencapai tujuan hidup. Penampilan ini berhasil menyentuh hati para penonton dan menjadi sorotan utama dalam acara pembukaan LEXICAL 2025.
Selain Drama Musikal, berbagai pertunjukan seni lainnya seperti Rapai Geleng dan Ratoh Jaroe yang dibawakan oleh santriwati turut memeriahkan acara pembukaan.

