Pesantren Modern Al Manar melalui Bagian Bahasa menggelar Drama Language Contest 2026 dan Short Film Festival antar gugus depan (gudep) Pramuka santri. Kegiatan ini berlangsung di aula pesantren, dimulai pada Jumat malam, 24 April 2026 untuk santri putri, dan dilanjutkan Sabtu malam, 25 April 2026 untuk santri putra.
Kepala Bidang Bahasa, Ustadz Farhan Rusli, menyampaikan bahwa ajang drama menggunakan dua bahasa, yakni Arab dan Inggris, sebagai sarana meningkatkan kecakapan berbahasa santri. Sementara itu, Short Film Festival untuk santri putra menjadi inovasi baru dan merupakan kali pertama dilaksanakan oleh Bagian Bahasa.
“Ini adalah upaya melatih kemampuan bahasa sekaligus kreativitas santri. Khusus lomba film pendek, ini menjadi pengalaman perdana bagi santri putra untuk berkarya dalam media visual,” ujarnya.
Pimpinan Pesantren, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa pemisahan penampilan antara putra dan putri bertujuan mendidik kemandirian santri, khususnya santriwati, dalam menyukseskan kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih mental, kemampuan public speaking, serta keterampilan berkreasi.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk melatih mental tampil di depan umum, mengasah kemampuan kerja dan mengekspresikan diri dalam seni,” ungkapnya.
Pada tahun ini, Drama Contest dibagi menjadi dua kategori, yakni pentas drama untuk santriwati dan film pendek untuk santri putra yang ditayangkan bersama di aula pesantren.
Untuk kategori santriwati, penampilan diisi oleh empat kelompok yang mengangkat kisah tokoh-tokoh inspiratif. Kelompok Cut Meutia menampilkan kisah Nyi Ageng Serang, sementara Kelompok Cut Nyak Dien membawakan cerita tentang Martha Christina Tiahahu. Selanjutnya, Kelompok Pocut Baren mengangkat kisah kepahlawanan Laksamana Keumala Hayati, dan Kelompok Ratu Safiatuddin menampilkan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Selain itu, terdapat pula penampilan khusus bertajuk “Derita Ibu Palestina” yang dipersembahkan oleh santriwati kelas 5.
Adapun pada kategori santri putra, kompetisi diikuti oleh empat kelompok yang menghadirkan karya film pendek dengan beragam tema. Kelompok Teuku Umar menayangkan film berjudul Always Bright, disusul Kelompok Panglima Polem dengan film Fraternity. Sementara itu, Kelompok Teuku Chik Ditiro menampilkan film Law is Law, dan Kelompok Sultan Malikul Saleh menghadirkan film berjudul The Flame to Blame.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan Sanggar Seni Bungong Jeumpa Keumang yang sebelumnya meraih Juara 1 Lomba Likok Pulo pada Porseni Aceh Besar. Selain itu, santri putra M. Mulqan turut memukau penonton melalui penampilan vocal solo, setelah berhasil meraih juara pertama dalam ajang yang sama.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Modern Al Manar terus berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa, kreativitas, serta mental yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

