Maryam Al-Humaira Marzuki: Santriwati Berbakat dengan Cita-Cita Kuliah di Jepang

Wajib Baca

ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar telah menjadi saksi perjalanan akademik dan pengembangan karakter Maryam Al-Humaira Marzuki, seorang santriwati kelas III Aliyah yang memiliki impian besar untuk melanjutkan studi di Jepang. Lahir di Banda Aceh pada 12 Maret 2007, Maryam telah menempuh pendidikan di pesantren sejak tahun 2019 dan terus menunjukkan semangat belajar yang tinggi, terutama dalam bidang bahasa dan seni.

Sejak kelas 2 Tsanawiyah, Maryam aktif dalam bidang kaligrafi. Selain itu, ia juga berkontribusi dalam organisasi pesantren dengan menjadi bagian dari divisi kesenian dan bahasa. Ketertarikannya pada bahasa Jepang mulai tumbuh sejak ia duduk di kelas 6 SD, berawal dari kesukaannya menonton anime. Dari sana, ia mulai belajar bahasa Jepang secara otodidak melalui video dan film yang ia tonton.

Ketika memasuki kelas I Aliyah, Maryam mendapatkan kesempatan untuk mengikuti bimbingan bahasa Jepang selama sebulan. Kini, sebagai santri kelas III Aliyah yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya di Pesantren Modern Al Manar, ia merasa banyak perubahan yang ia alami. Menurutnya, selama hampir enam tahun di pesantren, ia tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, tetapi juga mengalami perubahan karakter, disiplin waktu, dan pola pikir yang lebih matang.

Maryam Al-Humaira Marzuki: Santriwati Berbakat dengan Cita-Cita Kuliah di Jepang
Waktu Apel Tahunan 2024, Maryam juga mendapat penghargaan atas prestasinya sebagai juara Olimpiade Kimia

Maryam memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang apoteker. Langkah pertamanya adalah menempuh pendidikan S1 di dalam negeri dengan mengambil jurusan farmasi, sebelum akhirnya melanjutkan studi S2 di Jepang. Cinta dan minatnya terhadap bahasa Jepang juga dipengaruhi oleh ayahnya, Prof. Muttaqin Hasan, seorang dosen di Universitas Syiah Kuala jurusan Teknik Sipil yang merupakan lulusan S3 dari Jepang.

Sementara itu, ibunya, Barriah Rusli, berprofesi sebagai perawat di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Maryam adalah anak ketiga dari lima bersaudara yang selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam meraih cita-cita.

Waktu Apel Tahunan 2024, Maryam juga mendapat penghargaan atas prestasinya sebagai juara Olimpiade Kimia, meraih medali perunggu.

Baru-baru ini, Maryam telah menyelesaikan program Amaliyah Tadris, sebuah pengalaman berharga yang mengasahnya menjadi seorang guru. Program ini tidak hanya memberinya wawasan tentang dunia pendidikan, tetapi juga melatihnya dalam hal persiapan, kerja keras, dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai pengajar praktik micro-teaching.

Dengan segala usaha dan doa yang telah ia curahkan, semoga impian Maryam untuk menempuh pendidikan di Jepang dapat terwujud. Semangat dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi banyak santri lainnya di Pesantren Modern Al Manar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Lajnah Falakiyah Pesantren Al-Manar Gelar Bimtek Rukyat Hilal, Perkuat Integrasi Ilmu Agama dan Sains

ALMANAR.ID –  Lajnah Falakiyah Pesantren Modern Al-Manar menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengenalan Alat Dasar dan Praktik Bimbingan Rukyat Hilal...

Lebih Banyak Artikel Seperti Ini