Yahwa Din Berpulang, Ini Dedikasi Beliau Untuk Pesantren Al-Manar

Wajib Baca

ALMANAR.ID – Keluarga Besar Pesantren Modern Al-Manar turut berduka cita dan berdoa atas berpulangnya ke rahmatullah H. Syamsuddin Harun Waki Ceh (Yahwa Din Gano) pada Selasa, 18 Februari 2025 sekitar pukul 02.00 dini hari. Sebelum dishalatkan, almarhum dilepas oleh Pimpinan Pesantren, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, yang memberikan kesaksian atas dedikasi beliau. Prosesi shalat jenazah dipimpin oleh Ust. Zamhuri Al Hafizh dan diikuti sekitar 60 orang jamaah, termasuk santri dan asatidz Al-Manar.

Pejuang Dapur dan Logistik Pesantren (2001-2012)

Nama lengkap beliau adalah H. Syamsuddin Harun Waki Ceh, yang lebih dikenal sebagai Yahwa Din di kalangan asatidz dan santri. Sejak awal berdirinya Pesantren Modern Al-Manar, beliau adalah sosok yang ikhlas dan penuh dedikasi. Ketua Yayasan, Abu Manyak, mempercayakan beliau sebagai petugas pembelanjaan dapur, memastikan kebutuhan makan santri terpenuhi dengan baik. Selain itu, beliau juga merupakan adik ipar Ketua Yayasan, H. Azhar Manyak.

@pesantrenalmanar

Semoga Aso Syurga Yahwa Din kamo. اللهم أبدلهُ داراً خيراً من داره واهلاً خيراً من أهله وأدخله الجنة واعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار. اللهم عامله بما أنت اهله ولا تعامله بما هو أهله. اللهم اجزه عن الأحسان إحساناً وعن الأساءة عفواً وغفراناً. اللهم إن كان محسناً فزد من حسناته، وإن كان مسيئاً فتجاوز عن سيئاته. اللهم ادخله الجنة من غير مناقشة حساب ولا سابقة عذاب. اللهم اّنسه في وحدته وفي وحشته وفي غربته. اللهم انزله منزلاً مباركاً وأنت خير المنزلين. اللهم انزله منازل الصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقاً. اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة، ولا تجعله حفرة من حفر النار. اللهم افسح له في قبره مد بصره وافرش قبره من فراش الجنة. اللهم اعذه من عذاب القبر، وجاف ِالارض عن جنبيها. اللهم املأ قبره بالرضا والنور والفسحة والسرور.#takziyah #yahwadin #pesantrenmodernalmanar #pesantrenalmanar #pesantrenmodern #HumasAlManar #AlManarDaily #PesantrenModernAlManar #pesantrenalmanaracehbesar #legend #pejuangalmanar

♬ suara asli – pesantrenalmanar – pesantrenalmanar

Dedikasi Yahwa Din tidak hanya sebatas tugas dapur, tetapi beliau selalu siap membantu pesantren dalam berbagai aspek lainnya. Beliau dengan penuh keikhlasan merawat mesin pompa air sumur bor, sumber air utama pesantren, serta menyambung pipa air yang putus bersama Ust. Awaluddin agar santri bisa mandi pagi sebelum berangkat sekolah. Selain itu, beliau juga memperbaiki mesin potong rumput yang sering mengalami kerusakan, mengingat pada awal berdirinya pesantren, anggaran masih sangat terbatas.

Mobil Legend Operasiona Yahwa Din bersama santri emmbawa bekal air untuk santri sedang cross country pramuka

Di tengah kesibukannya, Yahwa Din juga selalu menyempatkan diri untuk menghibur santri agar mereka merasa betah di pesantren, terutama di masa awal yang serba terbatas. “Beliau adalah sosok yang tidak tergantikan. Selalu ada untuk santri, baik dalam pekerjaan teknis maupun dalam memberikan kehangatan bagi mereka,” tulis Ust. Ikhram dalam grup asatidz Al-Manar.

Berjuang di Tengah Konflik Aceh

Yahwa Din Bersama Asatidz Al Manar Hari Apel Tahunan Tahun 2006

Di masa konflik Aceh, Yahwa Din tetap berjuang untuk pesantren. Dengan mobil Kijang biru petak—kendaraan tua pemberian Yayasan Bungong Jeumpa—beliau tetap berbelanja kebutuhan dapur ke Lampulo. Padahal, keluar malam dari pesantren saat itu sangat berisiko. Namun, demi memastikan santri, khususnya anak-anak yatim korban konflik, tetap mendapatkan makanan, beliau tetap berani menghadapi bahaya.

Kini, beliau telah tiada. Pengabdian, keikhlasan, dan perjuangannya menjadi teladan bagi kita semua. Semoga Allah menerima semua amal shaleh beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kesaksian Santri dan Alumni

Banyak alumni yang memberikan kesaksian tentang dedikasi Yahwa Din. Salah satunya, Fajar Vonna, santri tahun perdana, menulis, “Tidak terhitung lagi jasa beliau demi pesantren dari awal berdiri. Saya saksi bagaimana baiknya beliau dan panutan bagi santri. Banyak mengajarkan segala hal di luar kelas. Semoga semua amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan ditempatkan di sisi-Nya. Aamiin ya rabbal a’lamin.”

Alumni lain juga mengenang bagaimana Yahwa Din selalu hadir dalam kehidupan mereka. “Legend will be legend. Yahwa Din memang sangat akrab dengan santri, terutama angkatan pertama dan kelima. Pagi-pagi atau malam, saat mesin air rusak, Yahwa Din masih sibuk memperbaiki mesin. Jika ada kegiatan luar pesantren seperti LT1 kemah di Krueng Jreu, Yahwa Din tetap membersamai kami.”

Yahwa Din bersama santri perdana membersihkan ayam di dapur tahun 2001

Setelah tahun 2012, Yahwa Din mulai berhenti bekerja di pesantren karena faktor usia. Kadang-kadang ingatan beliau mulai melemah, namun dalam sakitnya, beliau sempat sekali datang ke Al-Manar, ke rumah Ustadz Zakaria, hanya untuk melepas rindu dan melihat perkembangan pesantren yang telah beliau perjuangkan.

Kini, beliau pergi di usia senja, meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu dikenang oleh santri dan pesantren. Semoga Allah menempatkan beliau di surga-Nya. Aamiin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Ujian Lisan Santri Al-Manar Dimulai, Tetap Berjalan Lancar Meski Tanpa Listrik

ALMANAR.ID –  Para santri Pesantren Modern Al-Manar hari ini resmi memulai rangkaian Ujian Lisan yang berlangsung mulai Sabtu, 29 November...

Lebih Banyak Artikel Seperti Ini