Beranda blog Halaman 97

Kerjasama USK dan Al Manar: Edukasi Santri melalui Bank Sampah

0
Program PKMBP-TTG 2024: USK Gandeng Al Manar untuk Bank Sampah Berbasis Teknologi
Program PKMBP-TTG 2024: USK Gandeng Al Manar untuk Bank Sampah Berbasis Teknologi

ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar menerima audiensi dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) dalam kegiatan penyerahan mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna 2024 (PKMBP-TTG 2024), Selasa (11/6/2024). Kegiatan ini berlangsung di ruang pimpinan pesantren.

Pengabdian mahasiswa ini fokus pada pengelolaan bank sampah unit sekolah. Pesantren Al Manar menjadi salah satu mitra USK dalam program ini. Fakultas Ekonomi USK bekerja sama dengan Bank Sampah USK (BSU) dan memilih Al Manar sebagai mitra pilot project. Hal ini merupakan tindak lanjut dari program yang pernah berjalan di tahun 2021, namun terhenti karena situasi pandemi COVID-19 yang belum kondusif saat itu.

Pimpinan pesantren, Dr.Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, didampingi oleh kepala Madrasah Aliyah, Ust. Awaluddin, M.Pd, menyambut baik kerjasama ini. Pihak USK berharap di Al Manar dapat lahir unit Bank Sampah yang fokus mengelola sampah dan bernilai ekonomi.

“Dengan adanya bank sampah, santri terbiasa memilah sampah dan bisa menjualnya sebagai penghasilan ekonomi atau uang saku,” ujar Nur Aidar, S.E, M.S.E, dosen Ekonomi Pembangunan USK yang juga wali santri Pesantren Modern Al Manar.

Santri mendapatkan uang saku dari penjualan sampah, dan termotivasi untuk memilah serta mengumpulkan sampah bernilai ekonomi dan menghasilkan uang.

“Intinya, pihak USK mengharapkan Al Manar serius mengelola Bank Sampah, dan pihak USK siap membantu. Besar harapan ada unit sendiri yang mengurusnya,” tambah Bu Nur Aidar.

Menurut Ust. Ikhram, selama ini pengelolaan sampah di Al Manar berada di bawah bagian perlengkapan dan pembangunan dengan sub bagian Bersih Lingkungan. Pemilahan sampah belum terlalu masif dan dilakukan oleh anggota Berlin (bersih lingkungan) dari organisasi santri.

“Tujuan utama pengelolaan sampah ini adalah menumbuhkan kesadaran santri dalam menjaga kebersihan lingkungan pesantren,” jelas Ust. Ikhram.

“Mendidik karakter santri untuk tidak membuang sampah sembarangan, kalau bisa dijual atau ditukar di bank sampah menghasilkan nilai ekonomi itu nilai plusnya karena santri menjaga lingkungan yang bersih,” tambahnya.

“Intinya kita mau menumbuhkan kesadaran santri menjaga kebersihan lingkungan, itu pokok tujuan utama yang mau kita bangun dalam unsur untuk pendidikan santri,” tegas Ust. Ikhram.

Ust. Awaluddin juga menyatakan bahwa kerjasama ini kedepan untuk kebaikan bersama. Sampah terkelola dengan baik dan bernilai ekonomi, dan pengelolaan sampah jauh lebih tertib untuk meningkatkan kebersihan lingkungan pesantren.

Setelah audiensi, pimpinan pesantren merespon positif dan siap menyediakan lahan tempat pengelolaan Bank Sampah sekaligus pengolahan pupuk untuk pertanian. Pihak dosen USK diajak langsung oleh pimpinan untuk melihat lokasi yang bisa dijadikan tempat pengelolaan Bank Sampah Al Manar sekaligus diharapkan dapat menghidupkan lahan pertanian.

Ustaz Awaluddin: Jangan Hanya Soroti Kesalahan, Apresiasi Usaha Santri

0
Pesan Inspiratif Ust. Awaluddin, S.Pd.I, G.r, M.Pd dalam Penataran Guru Baru di Pesantren Modern Al Manar
Ust. Awaluddin bersama peserta Penataran Guru Baru Pesantren Modern Al Manar 2024

ALMANAR.ID – Dalam kegiatan penataran guru baru Pesantren Modern Al Manar, Jum’at, 7 Juni 2024, Ustaz Awaluddin, S.Pd.I, G.r, M.Pd, Kepala Madrasah Aliyah Al Manar, menyampaikan pesan penting bagi para pendidik baru. Beliau menekankan pentingnya membangun hubungan positif dengan para santri melalui apresiasi dan bimbingan yang konstruktif.

Dalam materinya, Ust. Awaluddin menekankan pentingnya pendekatan positif dalam mendidik para santri. “Hendaknya guru tidak cepat menghakimi santri atau siswa dalam kesalahan,” ujarnya. “Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jika kita hanya fokus pada kesalahan mereka, kita akan melewatkan kesempatan untuk memberikan apresiasi terhadap usaha dan pencapaian mereka.”

Ust. Awaluddin mengingatkan bahwa santri, seperti halnya semua manusia, membutuhkan dorongan dan pengakuan. Apresiasi dari guru bisa menjadi pendorong besar bagi mereka untuk terus berusaha dan berkembang. “Guru harus memiliki potensi diri dalam menasehati dan mengapresiasi. Jangan hanya menyoroti kesalahan murid. Pujian yang tulus dan tepat waktu bisa menjadi motivasi yang kuat.”

Lebih lanjut, Ust. Awaluddin menguraikan tentang pentingnya sikap empati dan pengertian dalam mengajar. Menurutnya, memahami latar belakang dan tantangan yang dihadapi oleh santri adalah kunci untuk memberikan bimbingan yang efektif. “Sebagai pendidik, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi yang konstruktif. Jangan sampai kita menjadi sumber stres bagi mereka.”

Dalam penataran ini, Ust. Awaluddin juga menyampaikan beberapa strategi praktis yang bisa diterapkan oleh para guru. Misalnya, ia menyarankan untuk selalu memberikan feedback yang seimbang – mengakui apa yang sudah dilakukan dengan baik sebelum memberikan saran untuk perbaikan. Selain itu, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif, di mana setiap santri merasa dihargai dan didorong untuk berkembang.

Penataran ini bukan hanya menjadi ajang untuk berbagi ilmu dan strategi mengajar, tetapi juga menjadi momen untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan komitmen di antara para guru baru. Mereka diajak untuk melihat peran mereka bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan inspirator bagi para santri.

Dengan arahan dan bimbingan dari Ust. Awaluddin, diharapkan para guru baru ini dapat menerapkan pendekatan yang lebih positif dan empatik dalam mengajar, sehingga dapat menciptakan generasi santri yang cemerlang, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pesantren Modern Al Manar terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul, tidak hanya dalam hal akademis, tetapi juga dalam membentuk kepribadian yang mulia.