Beranda blog Halaman 40

Arra’du FC Taklukkan Al Fursan FC Melalui Drama Adu Penalti dan Raih Juara 3 Mudir Cup

0
Arra'du FC Taklukkan Al Fursan FC Melalui Drama Adu Penalti dan Raih Juara 3 Mudir Cup

ALMANAR.ID – Pertandingan perebutan juara 3 Mudir Cup III 2025 antara Arra’du FC dan Al Fursan FC berlangsung penuh emosi dan drama yang membuat seluruh santri yang memadati Manara Stadium terpaku hingga peluit akhir, Minggu, 1 Juni 2025.

Babak pertama menjadi ajang adu strategi dua tim kuat. Serangan demi serangan silih berganti, namun benteng pertahanan kedua tim terlalu kokoh untuk dijebol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, mencerminkan ketegangan dan kekuatan yang seimbang.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat tajam. Baru delapan menit berjalan, sebuah momen magis lahir dari kaki Ustadz Nailul Authar. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan keras nan terukur. Bola melayang deras, melewati hadangan para pemain, dan tak mampu dibendung oleh kiper Arra’du FC, Ustadz Mulkia Andika. Gol indah ini membawa Al Fursan FC unggul 1-0 dan memecah kebuntuan.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Empat menit berselang, Arra’du FC membalas lewat skema brilian. Bola lambung panjang dari Ustadz Rifqi Hidayatil dari tengah lapangan jatuh tepat di kotak penalti lawan. Ustadz Zulfan Safiatuddin dalam posisi siaga menerima bola dari ustadz Rifqi langsung menyundul dengan presisi tinggi, menaklukkan kiper Al Fursan FC, Ustadz Al Kahfi Mulya. Sundulan itu menggetarkan jaring dan membuat skor imbang 1-1, memicu sorak-sorai riuh dari pendukung Arra’du FC.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Laga dilanjutkan ke babak adu penalti yang menegangkan. Kedua tim saling berbalas gol hingga skor imbang 4-4. Tiba giliran penendang terakhir dari Arra’du FC, Ustadz Muhammad Zaini, melangkah penuh percaya diri. Ia mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang, tak mampu dijangkau oleh kiper Al Fursan FC.

Tendangan penentu itu mengukuhkan kemenangan dramatis Arra’du FC dengan skor akhir 5-4 lewat adu penalti. Arra’du FC pun resmi menyabet posisi ketiga Mudir Cup III 2025 dengan penuh perjuangan.

Suasana haru dan bangga menyelimuti Manara Stadium. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu duel paling dramatis dalam sejarah turnamen, membuktikan bahwa semangat, strategi, dan determinasi bisa menciptakan keajaiban di lapangan hijau.

Guru, Jangan Gampang Cap Murid Bodoh

0
Guru, Jangan Gampang Cap Murid Bodoh

ALMANAR.ID –  Dalam salah satu sesi Penataran Guru Pengabdian Pesantren Modern Al Manar tahun ajaran 2025/2026 yang berlangsung Minggu malam (25/5), Prof. Dr. Teuku Zulfikar, S.Ag., M.Ed. menyampaikan pesan mendalam kepada para peserta. Dalam sesi bertema pengembangan kepribadian guru, beliau menegaskan pentingnya menjaga lisan dan sikap dalam mendidik, sembari menyampaikan pesan utama: “Guru, jangan gampang mencap murid bodoh.”

Prof. Zulfikar—yang akrab disapa Prof. Zul—adalah Penasehat Pesantren Modern Al Manar sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Beliau dikenal aktif memberi masukan dan nasihat kepada guru-guru Al Manar sejak enam tahun terakhir, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan karakter dan etika profesi keguruan. Apalagi, putra beliau sendiri baru saja menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di pesantren ini.

Menurut beliau, ketika seorang guru mulai melabeli murid dengan sebutan negatif seperti “bodoh”, maka hal itu tidak hanya mempengaruhi cara guru tersebut memperlakukan sang murid, tapi juga membentuk keyakinan yang keliru dalam proses belajar mengajar. Guru yang sudah terlanjur menganggap seorang murid “tidak pintar” cenderung enggan bertanya kepadanya, enggan memberinya ruang untuk berkembang, dan secara tidak sadar hanya akan fokus pada murid yang dianggap “pintar”.

Padahal, lanjutnya, anak yang hari ini terlihat tertinggal bisa saja melampaui kemampuan kita sebagai guru di masa depan. Semua anak berada dalam fase tumbuh dan berkembang, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Di sinilah letak peran penting guru untuk tidak cepat menilai, tetapi membimbing dengan sabar.

Pesan moral yang disampaikan Prof. Zulfikar menjadi pengingat kuat bagi seluruh peserta penataran bahwa setiap murid memiliki potensi, dan tugas seorang guru bukanlah menghakimi, melainkan membuka jalan menuju keberhasilan mereka.