Beranda blog Halaman 32

Peran Imam Masjid dalam Membina Kedisiplinan Ibadah Santri Al-Manar

0
Peran Imam Masjid dalam Membina Kedisiplinan Ibadah Santri Al-Manar

ALMANAR.ID – Imam masjid memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan ibadah santri di Pesantren Modern Al-Manar. Hal ini terungkap dalam wawancara khusus bersama reporter Putri Khumaira dan Tim Media Jurnalistik Kelas X Aliyah Pesantren Modern Al-Manar dengan Ustaz Masykur Rahmat, imam masjid pesantren setempat, Selasa (2/9/2025).

Menurut Ustaz Masykur, kegiatan ibadah yang menjadi rutinitas santri adalah salat berjamaah lima waktu yang diwajibkan bagi seluruh santri putra dan putri di masjid. Selain itu, pesantren juga menyediakan pembelajaran khusus bagi santri yang masih kurang dalam bacaan salat maupun hafalan doa-doa harian.

“Apabila ada santri yang bacaan salat, Al-Qur’an, atau doa hariannya belum memenuhi standar, akan diadakan pembelajaran khusus,” jelasnya.

Untuk memastikan program ibadah berjalan baik, pesantren menerapkan sistem pengontrolan yang dilakukan oleh ustaz, ustazah, serta pengurus Organisasi Santri Pesantren Modern Al-Manar. Setiap santri dipastikan hadir dalam salat berjamaah dan mengikuti kegiatan mengaji wajib bersama musyrif kelompok masing-masing, yang dilaksanakan setiap selesai salat berjamaah.

Selain itu, organisasi santri juga menerapkan program salat sunnah rawatib sebelum dan sesudah salat fardu agar santri terbiasa melaksanakan ibadah sunnah. Bagi santri yang melanggar aturan ibadah, akan dikenakan sanksi berupa hukuman yang ditetapkan oleh organisasi pesantren.

Di akhir wawancara, Ustaz Masykur menegaskan bahwa peran musyrif tidak hanya sebatas membina, tetapi juga mendampingi santri dalam menjalankan ibadah. “Dengan pendampingan itu, santri dapat terbiasa disiplin dalam melaksanakan ibadah,” pungkasnya. (Talitha Ayuna & Nikeisya Syifa Haura)

Santri Al Manar Dilatih Berkhidmat Lewat Tradisi Sosial Masyarakat Aceh

0
Santri Al Manar Dilatih Berkhidmat Lewat Tradisi Sosial Masyarakat Aceh

ALMANAR.ID – Salah satu bentuk pendidikan berbasis pengabdian masyarakat di pesantren adalah dengan melibatkan para santri dalam berbagai kegiatan keagamaan di gampong. Santri tidak hanya dibina di dalam lingkungan pesantren, tetapi juga diajak terjun langsung merasakan dinamika sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan itu antara lain meliputi pelaksanaan shalat jenazah apabila ada keluarga yang membutuhkan, menghadiri takziyah, hingga mengikuti samadiyah di gampong sekitar. Tradisi ini menjadi bagian erat dari “Kerja Hudeep” di gampong, sebuah nilai kebersamaan dan gotong royong yang sudah melekat di tengah masyarakat Aceh.

Santri memang harus merasakan pengalaman ini sejak dini. Selain sebagai bentuk pengabdian, juga sebagai pembiasaan agar kelak ketika kembali ke kampung halaman, mereka siap berkhidmat di tengah masyarakat.

Meski demikian, setiap keterlibatan santri di luar pesantren tetap melalui izin pihak pengasuhan atau bidang pendidikan. Hal ini untuk memastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu jadwal pendidikan dan program utama pesantren.

Dengan keterlibatan ini, santri diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang kuat secara ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, siap mengabdikan diri untuk masyarakat, dan menjadi teladan di kampung masing-masing.

Kegiatan tersebut antara lain meliputi pelaksanaan shalat jenazah apabila ada keluarga yang membutuhkan, menghadiri takziyah, hingga mengikuti samadiyah di gampong sekitar. Tradisi ini menjadi bagian erat dari “Kerja Hudeep” di gampong, sebuah nilai kebersamaan dan gotong royong yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Santri memang harus merasakan pengalaman ini sejak dini. Selain sebagai bentuk pengabdian, kegiatan ini juga menjadi pembiasaan agar kelak ketika kembali ke kampung halaman, mereka siap berkhidmat dan menjadi teladan di tengah masyarakat.