Beranda blog Halaman 126

Saling Adu Gagasan, Debat Kandidat Paslon Ketua OSPA Berlangsung Seru

0

ALMANAR.ID – Debat kandidat di antara pasangan calon ketua Organisasi Santri Pesantren Al Manar (OSPA) Periode 2024/2025 Putra dan Putri berlangsung seru dengan saling adu gagasan dan program kerja. 

Kegiatan debat berlangsung pada Kamis malam (1/2/2024) mengambil tempat yang berbeda, yang putra di gedung China dan yang putri di aula.

Sebelum debat dimulai, panitia penyelenggara debat terlebih dahulu memutar video di layar infokus masing-masing paslon yang menyampaikan visi misi.

Kegiatan debat kandidat ini salah satu proses penyaringan ketua OSPA baru yang akan menahkodai organisasi santri kedepannya, masing-masing paslon akan menyampaikaan visi misi yang disaksikan oleh seluruh santri, dewan guru dan pimpinan pesantren.

Pada debat kandidat tahun ini terdapat 4 paslon, 4 paslon dari putra dan 4 paslon dari putri. Dari keempat paslon tersebut akan dipilih menjadi ketua OSPA, setelah dinilai oleh santri, dievaluasi oleh dewan guru yang kemudian ditetapkan oleh pimpinan pesantren dengan sistem musyawarah bersama.

Jauh hari sebelum debat berlangsung, paslon ini terlebih dahulu mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan bersama pimpinan, majlis guru dan kepala bidang. Selanjutnya para paslon ini dibimbing untuk tampil maksimal dalam debat kandidat.

Pemanggilan Bakal Calon Ketua dan Wakil OSPA Tahun Ajaran 2024-2025 Oleh Pimpinan Pesantren | Kamis, 18 Januari 2024

Kegiatan debat kandidat ini terbagi dalam 4 (empat) sesi. Sesi pertama adalah penyampaian visi dan misi oleh masing-masing paslon. Pada sesi kedua, masing-masing kandidat memaparkan program unggulan secara singkat dan menjawab pertanyaan khusus yang berkenaan dengan disiplin.

Pada sesi ketiga, panelis akan memberikan pertanyaan seputar masalah yang ada di pesantren, paslon diwajibkan mencari solusi atas pertanyaan panelis dan kemudian menjawab pertanyaan khusus yang berkenaan dengan pelaksanaan ibadah santri sehari-hari.

Kemudian sesi terakhir yaitu menjawab pertanyaan dari Dewan Asatidz, perwakilan dewan asatidz memberikan pertanyaan kepada masing- masing kandidat untuk melihat ide dan gasasan atau solusi dari berbagai permasalahan di pesantren dan selanjutnya masing-masing paslon akan menjawab pertanyaan khusus yang berkenaan dengan bahasa, yang mana setiap kandidat diwajibkan untuk menjawabnya dalam bahasa resmi yaitu Arab dan Inggris.

Setelah selesai penyampaian visi misi dan menjawab sejumlah pertanyaan dari panelis, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama dewan guru dan pimpinan menentukan hasil akhir siapa kandidat yang akan terpilih.

Kegiatan ini merupakan pendidikan demokrasi untuk santri, melatih jiwa kepemimpinan santri, mendidik kemampuan orasi santri, yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya setelah berakhirnya masa kepengurusan OSPA sebelumnya sebagai upaya regenarasi kepemimpinan dalam menjalankan amanah pesantren membantu dewan guru menggerakkan miniatur kehidupan pesantren dalam wadah organisasi santri.

Kepengurusan Berakhir, Organisasi Santri Al Manar Sampaikan LPJ

0

ALMANAR.ID – Organisasi Santri Pesantren Al Manar (OSPA) periode 2023-2024 memasuki akhir masa kepengurusan terhitung Januari 2024.

Jelang akhir masa kepengurusan, seluruh bagian pengurus OSPA ini diwajibkan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) di hadapan seluruh santri, dewan guru dan pimpinan pesantren, sebagai salah satu kewajiban bagi santri penggerak organisasi yang telah menjalankan amanah pesantren setahun penuh.

Penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) berlangsung di aula pesantren bagi OSPA Putri, yang OSPA putra berlangsung di Gedung China pada, Kamis (1/2/2024) yang diikuti oleh seluruh santri dan dewan guru pengurus.

Semua LPJ setiap bagian diterima dan diperiksa langsung oleh pimpinan pesantren, yang diwakili oleh Ust. Syahrul Ramadhan, MA untuk OSPA Putra dan Ust. Awaluddin, M.Pd untuk OSPA Putri.

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) organisasi santri ini berisi gambaran aktivitas dari pelaksanaan program kerja dan laporan keuangan per bagian selama masa kerja setahun penuh yang disampaikan oleh kepala bagian masing-masing.

Adapun tujuan adanya LPJ ini sebagai pendidikan untuk santri layaknya sebuah organisasi atau lembaga pemerintahan, sebagai wujud transparansi pengelolaan dan pelaksanaan program kerja dan aktivitas selama menjadi pengurus organisasi santri.

Setelah kegiatan LPJ ini, selanjutnya adalah kegiatan debat kandidat serta pemilihan ketua organisasi baru dan pelantikan pengurus baru, sedangkan santri kelas akhir yang menjabat sebagai kepala bagian periode sebelumnya akan difokuskan pada kegiatan belajar, penyelesaian hafalan Al-Qur’an, Praktek Mengajar (Amaliyah Tadris) dan kegiatan akademik lainnya jelang berakhir masa pendidikan selama 6 (enam) tahun.