Beranda blog Halaman 103

Pesantren Al Manar Jalin Kerjasama dengan UNICEF Aceh untuk Perlindungan Santri

0
Pesantren Al Manar Jalin Kerjasama dengan UNICEF Aceh untuk Perlindungan Santri
Pesantren Al Manar Jalin Kerjasama dengan UNICEF Aceh untuk Perlindungan Santri

ALMANAR.ID – Dalam upaya meningkatkan perlindungan santri dari berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, penelantaran, dan eksploitasi, Bidang Pengasuhan Santri dan Konseling Pesantren Modern Al Manar melakukan kunjungan ke kantor United Nations Children’s Fund (UNICEF) Regional Banda Aceh pada Selasa (4/6).

Kunjungan ini dipimpin oleh Koordinator Pengasuhan Santri dan Konseling, Ust. H. Syahrul Ramadhan, MA, dan Kepala Madrasah Aliyah Al Manar, Ust. Awaluddin, M.Pd, Gr. Rombongan pesantren disambut hangat oleh Kepala UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama, ST, MSc.

“Kami sangat antusias dengan kunjungan ini dan berharap dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dengan UNICEF Aceh dalam hal perlindungan anak, khususnya santri,” ujar Ust. Syahrul Ramadhan. “Kami ingin belajar dari UNICEF Aceh tentang bagaimana menangani kasus-kasus kekerasan dan pelecehan terhadap santri, serta bagaimana membangun sistem pencegahan yang efektif.”

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai penanggulangan dan pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap santri. Selain itu, rombongan pesantren juga ingin mempelajari cara menangani kasus-kasus tersebut dari UNICEF Aceh.

“Kami ingin memotivasi pengurus pesantren, khususnya di bidang pengasuhan santri dan konseling, dalam hal problem solving secara profesional dan berkelanjutan,” jelas Ust. Awaluddin.

Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk menjalin kerjasama antara UNICEF Aceh dan Pesantren Modern Al Manar. Sebelumnya, pihak pesantren telah beberapa kali mengadakan seminar pencegahan anti-bullying yang diisi oleh tim UNICEF Aceh.

“Ini merupakan kerjasama lintas sektoral untuk mendukung keberlangsungan pesantren dalam hal peningkatan kualitas dan pelayanan terhadap santri dan wali santri,” ujar Andi Yoga Tama.

Ia menambahkan, UNICEF berkomitmen untuk mendukung upaya-upaya perlindungan anak di Indonesia, termasuk di pesantren. “Kami siap berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan Pesantren Modern Al Manar untuk membantu mereka dalam mencapai tujuan mulia ini.”

Kunjungan ini merupakan wujud komitmen Pesantren Modern Al Manar untuk memberikan perlindungan terbaik bagi para santrinya. Dengan menjalin kerjasama dengan UNICEF Aceh, pesantren ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para santrinya untuk belajar dan berkembang.

Jaga Integritas, Pesantren Al Manar Larang Pengawas Ujian Bawa HP

0
Jaga Integritas, Pesantren Al Manar Larang Pengawas Ujian Bawa HP

ALMANAR.ID – Dalam rangka menjaga kesakralan dan integritas ujian, Pesantren Modern Al Manar melalui bagian Pendidikan dan Pengajaran menerapkan aturan tegas yang melarang pengawas ruang ujian memegang atau bermain HP selama bertugas. Aturan ini diberlakukan untuk memastikan proses ujian berjalan dengan serius, transparan, dan bebas dari kecurangan.

Pengawas ujian diwajibkan untuk meletakkan HP mereka di depan ruangan atau tidak membawa HP ke dalam ruang ujian sama sekali. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan dan memastikan fokus pengawas tertuju sepenuhnya pada pelaksanaan ujian.

Koordinator Bagian Pendidikan dan Pengajaran Pesantren Modern Al Manar, Ust. Awaluddin, M.Pd, menjelaskan bahwa aturan ini diberlakukan sebagai bentuk komitmen pesantren dalam menjaga kualitas pendidikan dan memastikan hasil ujian yang diperoleh para santri murni dari kemampuan mereka sendiri.

“Kami ingin memastikan bahwa proses ujian di pesantren kami berjalan dengan baik dan terhindar dari kecurangan. Oleh karena itu, kami melarang pengawas untuk menggunakan HP selama bertugas,” jelas Ust. Awaluddin yang juga Kepala Madrasah Aliyah Al Manar.

Lebih lanjut, Ust. Awal menambahkan bahwa aturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian pengawas dalam memantau para santri selama ujian berlangsung. Dengan demikian, potensi kecurangan dan pelanggaran aturan ujian dapat diminimalisir.