Beranda blog Halaman 101

Pesantren Al Manar Terima Mesin Jahit dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh

0
Pesantren Al Manar Terima Mesin Jahit dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh
Pesantren Al Manar Terima Mesin Jahit dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh

ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar menerima satu unit mesin jahit dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh pada Jumat, 7 Juni 2024. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan diterima oleh Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd.

Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan Dayah Aceh atas bantuan yang diberikan. “Mesin jahit ini akan sangat bermanfaat bagi santriwati dan ustazah di pesantren kami. Kami berharap dengan adanya mesin jahit ini, keterampilan menjahit santriwati dapat lebih terasah dan berkembang,” ujarnya.

Ustazah Nasywa El Taqiyyah Ikuti Pelatihan Menjahit Dinas Pendidikan Dayah

Selain itu, beliau juga berharap agar mesin jahit ini dapat menjadi sarana untuk mendukung kegiatan kewirausahaan di pesantren, sehingga para santriwati tidak hanya memperoleh pendidikan agama yang kuat, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang berguna di kehidupan sehari-hari. “Kami ingin membekali para santriwati dengan berbagai keterampilan yang bisa membantu mereka mandiri di masa depan,” tambah Dr. Ikhram.

Bantuan ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan hidup yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk mendukung pesantren-pesantren di seluruh Aceh. Dengan adanya program ini, diharapkan para santri dan santriwati dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dengan keterampilan yang mumpuni.

Harapan dengan Adanya Mesin Jahit

Dengan adanya mesin jahit ini, pesantren berharap dapat mengadakan lebih banyak pelatihan menjahit untuk santriwati dan ustazah, sehingga mereka bisa menghasilkan berbagai produk jahitan yang berkualitas. Produk-produk ini nantinya tidak hanya untuk keperluan internal pesantren, tetapi juga diharapkan bisa dipasarkan ke luar sebagai bagian dari program kewirausahaan pesantren.

Dua Ustazah Pesantren Manar Asah Ikuti Pelatihan Menjahit Dinas Pendidikan Dayah
Ustazah Nasywa El Taqiyyah dan Ustazah Raihan Syakira Ikuti Pelatihan Menjahit Dinas Pendidikan Dayah

Selain meningkatkan keterampilan praktis, kegiatan menjahit ini juga diharapkan dapat memperkuat karakter santriwati, seperti ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Melalui berbagai program pelatihan dan penggunaan mesin jahit ini, Pesantren Modern Al Manar berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga memiliki keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini, dua ustazah Al Manar juga baru saja mengikuti pelatihan menjahit yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Diharapkan, mereka dapat meneruskan ilmu yang didapatkan kepada para santriwati, sehingga manfaat dari mesin jahit ini dapat dirasakan lebih luas lagi.

5 Tahun di Pesantren Al Manar: Kekhawatiran Ketatnya Perizinan

0
5 Tahun di Pesantren Al Manar: Kekhawatiran Ketatnya Perizinan
Bapak Awaluddin, Pulo Aceh, Wali Santri Pesantren Modern Al Manar

Oleh : Awaluddin*
Wali Santri Pesantren Modern Al Manar


ALMANAR.ID – 
Lima tahun telah berlalu sejak Ananda kami menapaki gerbang Pesantren Modern Al Manar. Perjalanan ini penuh dengan suka dan duka, namun satu hal yang pasti: Al Manar telah menjadi rumah kedua bagi Ananda, tempat menempa ilmu dan karakternya.

Awalnya, sebagai orang tua, kami merasakan sedikit kekhawatiran dengan peraturan di Al Manar yang terkesan ketat, terutama tentang ketatnya perizinan di Al Manar. Bahkan, beberapa orang tua santri memilih memindahkan anaknya ke pesantren lain, Pesantren Al Muhajirin yang juga tak jauh letaknya dari Pesantren Modern Al Manar.”Terlalu ketat aturannya di Al Manar ini”Begitu alasan yang disampaikannya ketika saya tanya mengapa?

Namun, seiring waktu, kami melihat perubahan positif dalam hal perizinan santri. Aturan menjadi lebih fleksibel dan tidak lagi kaku. Ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.

Satu hal lain yang membuat saya terkesan, (selaku orang tua santri yang kebetulan berdomisili di seberang lautan, Pulo Aceh) adalah respon cepat pesantren dalam menangani kesehatan santri. Saat Ananda sakit, pesantren dengan sigap memberikan pengobatan di klinik dan merujuknya ke rumah sakit terdekat.

Bahkan, pesantren memperbolehkan rawat jalan di rumah untuk membantu pemulihan Ananda. Hal ini menunjukkan komitmen Al Manar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi santri-santrinya.

Menjadi pesantren yang sempurna memanglah sulit, karena setiap orang tua memiliki ekspektasi yang berbeda. Namun, kami melihat bahwa Al Manar telah berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan santri dan orang tua.

Pesantren terus berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman, seperti dengan menghadirkan aplikasi My Al Manar untuk memudahkan pembayaran SPP dan transfer uang saku.

Sebagai orang tua, kami memiliki harapan besar kepada Al Manar. Semoga pesantren ini terus menjadi suluh penerang di tengah gelapnya kebodohan. Kami bangga dengan kemajuan Ananda selama di Al Manar, dan kami yakin pesantren ini akan terus melahirkan generasi muda cerdas dan berakhlak mulia.

*Kontributor : Awaluddin

Alamat : Desa Deudap Kecamatan Pulo Aceh

Kontak : 085272721979

Email : awaluddinhusen@gmail.com