Beranda blog Halaman 94

Membangun Pesantren Tangguh di Era Global: Dialog Inspiratif Pimpinan Pesantren Al Manar dan Rektor UNIDA Gontor

1
Membangun Pesantren Tangguh di Era Global: Dialog Inspiratif Pimpinan Pesantren Al Manar dan Rektor UNIDA Gontor

ALMANAR.ID – Dalam sebuah pertemuan hangat di Solong Coffee Jembatan Pango, Banda Aceh, Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram. M. Amin, S.S, M. Pd., didampingi oleh Dr. H. Syarifuddin, Pimpinan Perdana Pesantren Modern Al Manar sekaligus Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar Raniry, Dr. Nurkhalis Sofyan,MA, Ketua IKPM Gontor Aceh, dan Pengasuh Gontor 8 Seulimum, Ust. Husni Kamil Djaelani, M.Ag., menyambut kedatangan Rektor Universitas Darusssalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. Dialog yang berlangsung sekitar 20 menit ini membahas berbagai isu penting terkait peran pesantren di era globalisasi dan kemajuan teknologi.

Berbagi Pengalaman dan Nasihat Berharga

Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., hadir dengan aura penuh kearifan dan semangat. Beliau berbagi pengalaman dan nasihat berharga tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman. Beliau menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai luhur dan ideologi Gontor, serta menghindari jebakan sekularisme.

Menjaga Kehormatan Guru dan Membangun Santri Berkarakter

Prof. Hamid Fahmy menegaskan pentingnya menghormati dan menjaga kehormatan guru. Guru di pesantren harus menjadi panutan bagi santri, dan pimpinan pesantren harus menjadi figur sentral yang diidolakan. Beliau menuturkan, “Pimpinan tidak hanya mengajar materi, tetapi juga memotivasi dengan semangat perjuangan dan nasihat-nasihat yang membangun. Seorang pendidik dalam Islam seharusnya tidak mengharapkan imbalan dari jerih payahnya. Namun, pimpinan juga harus menghargai perjuangan guru dengan memastikan kesejahteraan mereka.”

Pembinaan Guru dan Wali Kelas Berkualitas

Prof. Hamid Fahmy juga menekankan pentingnya pengkaderan guru dan wali kelas berkualitas untuk masa depan pesantren. Beliau berharap pesantren mampu mencetak kader umat yang siap mengelola pesantren di masa depan. Selain itu, beliau menekankan peran penting wali kelas dalam memahami masalah santri, mulai dari hal kecil hingga mendalam, dan memberikan solusi yang tepat.

Mengembangkan Potensi Santri Secara Optimal

Prof. Hamid Fahmy meyakini bahwa tidak semua santri unggul di semua bidang, dan itu tidak masalah. “Tugas kita adalah mengasah dan membimbing mereka, karena mereka diciptakan oleh Allah memiliki kelebihan dan keutamaan masing-masing,” ujarnya. Beliau berharap pesantren mampu mengembangkan bakat dan minat santri dengan optimal, sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berprestasi.

pertemuan hangat di Solong Coffee Jembatan Pango, Banda Aceh, Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram. M. Amin, S.S, M. Pd., didampingi oleh Dr. H. Syarifuddin, Pimpinan Perdana Pesantren Modern Al Manar sekaligus Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar Raniry, Dr. Nurkhalis Sofya, Ketua IKPM Gontor Aceh, dan Pengasuh Gontor 8 Seulimum, Ust. Husni Kamil Djaelani, M.Ag., menyambut kedatangan Rektor Universitas Darusssalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil.
Pertemuan hangat di Solong Coffee Jembatan Pango, Banda Aceh, Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram. M. Amin, S.S, M. Pd., didampingi oleh Dr. H. Syarifuddin, Pimpinan Perdana Pesantren Modern Al Manar sekaligus Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar Raniry, Dr. Nurkhalis Sofyan, Ketua IKPM Gontor Aceh, dan Pengasuh Gontor 8 Seulimum, Ust. Husni Kamil Djaelani, M.Ag., bersama Rektor Universitas Darusssalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil.

Menjawab Tantangan Zaman dan Menciptakan Generasi Emas

Menurut Prof. Hamid Fahmy, sedikit sekali sekolah Islam di tingkat menengah yang mampu menjawab tantangan zaman. Beliau meyakini bahwa pesantren memiliki peran penting untuk menjadi solusi bagi masa depan santri. Beliau berharap santri tidak hanya menjadi hafizh Al-Qur’an, tetapi juga menguasai ilmu sains dan matematika, serta mampu memahami ayat-ayat kauniyah.

Pentingnya Membangun Kader Guru Pesantren

Prof. Hamid Fahmy menekankan pentingnya membangun kader guru pesantren yang berkualitas. Beliau mengatakan, “Kalau mau pesantren hemat dan kuat, kuatkan kadernya dan dia harus kembali kepesantren mengajari santri lainnya.” Hal ini penting untuk memastikan keberlangsungan dan kemajuan pesantren di masa depan.

Peran Penting Wali Kelas dan Guru dalam Memahami dan Membina Santri

Prof. Hamid Fahmy mengingatkan bahwa wali kelas dan guru harus mampu menjadi orang tua bagi santri di pesantren. Mereka harus memahami masalah santri, mulai dari hal kecil hingga mendalam, dan memberikan solusi yang tepat. Beliau juga menekankan pentingnya guru untuk mengetahui bakat dan minat santri agar mereka dapat diasah dengan optimal.

Mengembangkan Generasi Muda yang Beriman dan Berilmu

Prof. Hamid Fahmy menegaskan bahwa pesantren harus mampu melahirkan generasi muda yang beriman dan berilmu. Beliau berharap santri tidak hanya menjadi hafidh Al-Qur’an, tetapi juga menguasai ilmu sains dan matematika, serta mampu memahami ayat-ayat kauniyah. Hal ini penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global di era modern.

Pertemuan Penting untuk Kemajuan Pendidikan Pesantren

Pertemuan ini menjadi momen penting bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman dan perspektif dalam memajukan pendidikan pesantren di Aceh. Sinergi dan kolaborasi antara Pesantren Modern Al Manar dan Unida Gontor diharapkan dapat melahirkan generasi emas bangsa yang siap menghadapi tantangan global di era modern.

Kenaikan Kelas Santri Al Manar: Integrasi Nilai Akademik dan Akhlak

0
???????????????????????????????? ???????????????????? Santri ???????? ????????????????????: ???????????????????????????????????? ???????????????????? ???????????????????????????????? ???????????? ????????????????????????

ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar menggelar sidang kenaikan kelas santri tahun pelajaran 2023/2024 pada Kamis malam, 20 Juni 2024, di ruang meeting room. Acara ini dihadiri oleh pimpinan pesantren, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, serta majlis guru dan juga melibatkan wali kelas, kepala madrasah, bagian pengasuhan santri, bahasa, dan pengurus lainnya.

Wali kelas menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sidang ini, mengingat pentingnya masa depan anak asuh mereka. Dalam sidang tersebut, wali kelas memaparkan berbagai aspek mengenai santri, termasuk minat belajar, etika, dan hal-hal lainnya.

Selain itu, mereka juga mempresentasikan perubahan sikap santri dari semester 1 ke semester 2, terutama dalam hal minat belajar, perjuangan, dan usaha untuk menjadi lebih baik. Santri yang menunjukkan perubahan positif mendapat nilai plus, khususnya bagi mereka yang memiliki nilai akademik rendah.

Di Pesantren Al Manar, batas nilai minimum untuk naik kelas adalah 5,50. Jika nilai santri tidak mencapai batas minimum ini, mereka dinyatakan tidak berhak untuk naik kelas.

Selain nilai akademik, perilaku atau akhlak santri juga menjadi faktor penentu kenaikan kelas. Hal ini diverifikasi langsung oleh bagian pengasuhan santri dengan meninjau data pelanggaran, baik di bagian pengasuhan maupun bahasa, serta perilaku sehari-hari, sikap terhadap guru, dan perilaku santri. Khususnya bagi santri dengan nilai rendah, akhlak menjadi pertimbangan utama.

Akhlak dinilai sebagai modal utama bagi seorang santri dalam menggapai kesuksesan, bahkan dianggap lebih tinggi derajatnya dari pada ilmu.

Pesantren Modern Al Manar meyakini bahwa tujuan pendidikan adalah menanamkan adab, bukan sekadar ilmu pengetahuan. Adab merupakan kesatuan dari ilmu, iman, dan amal.

Sidang kenaikan kelas ini menegaskan pentingnya integrasi antara nilai akademik dan akhlak dalam pendidikan santri di Pesantren Modern Al Manar.