ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar terus menunjukkan progres dalam pengembangan fasilitasnya. Saat ini, pesantren sedang menyelesaikan tahap penimbunan tanah di lokasi baru yang baru saja dibeli untuk perluasan area pesantren. Proyek ini didanai sepenuhnya oleh sumbangan wali santri melalui Laziswaf Al Manar, dengan total dana terkumpul mencapai Rp. 25.986.000.
Proses penimbunan tanah ini dikerjakan oleh Laziswaf Al Manar bekerja sama dengan Bidang Pembangunan Pesantren. Hingga berita ini ditulis pada Kamis, 30 Januari 2025, sudah sekitar 30 truk tanah yang berhasil diturunkan. Proses ini akan terus berlanjut hingga selesai. Lokasi baru ini rencananya akan digunakan sebagai pusat kegiatan santri putri, serta dalam jangka panjang akan dikembangkan menjadi area perumahan guru.
Ust. Rifqi Hidayatil, Lc, MA, selaku Ketua Laziswaf Al Manar, menyampaikan rasa syukur atas lancarnya proses penimbunan tanah. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali santri dan donatur yang telah berkontribusi dalam proyek ini. “Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujarnya.
Pengembangan lokasi baru ini menjadi bukti nyata komitmen Pesantren Modern Al Manar dalam memberikan fasilitas terbaik bagi santri dan guru. Dukungan dari masyarakat dan wali santri menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar ini.
ALMANAR.ID – Pengurus Organisasi Santri Pesantren Al Manar (OSPA) periode 2025/2026 resmi mendapatkan pembekalan dalam kegiatan pendadaran organisasi santri yang baru dilantik. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa malam, 28 Januari 2025, dengan menghadirkan Dr. Syarifuddin, M.Ag, Pimpinan Perdana Pesantren Modern Al Manar yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, sebagai pemateri utama.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syarifuddin menyampaikan materi mengenai Total Quality Management (TQM), sebuah konsep yang menekankan pentingnya manajemen kualitas secara menyeluruh dalam organisasi. Beliau menegaskan bahwa dalam menjalankan organisasi, khususnya di lingkungan pesantren, pengurus harus memiliki prinsip kerja yang dapat membentuk karakter santri serta menjadi bagian integral dari pendidikan pesantren.
Dr. Syarifuddin juga menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi santri harus berlandaskan nilai-nilai Islami, keikhlasan, kerjasama, dan moderasi. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menfokuskan santri bukan sebagai objek, tetapi sebagai penerima manfaat utama dalam kepemimpinan organisasi. Oleh karena itu, seluruh pengurus harus mampu melibatkan santri dalam berbagai kegiatan, mengajak mereka dengan baik dan benar, serta memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data dan fakta yang akurat.
“Kualitas dalam kepemimpinan tidak hanya diukur dari seberapa besar sebuah organisasi berjalan, tetapi juga dari bagaimana para pengurus mampu menciptakan lingkungan yang bermutu dan berdaya guna bagi seluruh santri,” ujar Dr. Syarifuddin dalam materinya.
Pengurus Organisasi Santri Pesantren Al Manar (OSPA) periode 2025/2026 mendapatkan pembekalan dalam kegiatan pendadaran organisasi santri yang baru dilantik. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa malam, 28 Januari 2025, dengan menghadirkan Dr. Syarifuddin, M.Ag, Pimpinan Perdana Pesantren Modern Al Manar yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syarifuddin menyampaikan materi mengenai Total Quality Management (TQM), sebuah konsep yang menekankan pentingnya manajemen kualitas secara menyeluruh dalam organisasi. Beliau menegaskan bahwa dalam menjalankan organisasi, khususnya di lingkungan pesantren, pengurus harus memiliki prinsip kerja yang dapat membentuk karakter santri serta menjadi bagian integral dari pendidikan pesantren. Dr. Syarifuddin juga menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi santri harus berlandaskan nilai-nilai Islami, keikhlasan, kerjasama, dan moderasi. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menjadikan santri bukan sekadar objek, tetapi sebagai penerima manfaat utama dalam kepemimpinan organisasi. Oleh karena itu, seluruh pengurus harus mampu melibatkan santri dalam berbagai kegiatan, mengajak mereka dengan baik dan benar, serta memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data dan fakta yang akurat. “Kualitas dalam kepemimpinan tidak hanya diukur dari seberapa besar sebuah organisasi berjalan, tetapi juga dari bagaimana para pengurus mampu menciptakan lingkungan yang bermutu dan berdaya guna bagi seluruh santri,” ujar Dr. Syarifuddin dalam materinya. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan pengurus OSPA periode 2025/2026 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menerapkan prinsip-prinsip manajemen berkualitas dalam setiap aspek organisasi. Hal ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kepemimpinan yang lebih baik dan berorientasi pada kemajuan santri serta pesantren secara keseluruhan.#AlManarDaily#PesantrenModernAlManar#pesantrenmodern#pesantrenalmanaracehbesar#pesantrenalmanar#HumasAlManar#fypppppppppppppppppppppp#PemimpinKuat#almanarpodcast#organisasisantri#organisasisantriputri#santriaceh#santrialmanar#AlManarPodcast#fyppppppppppppppppppppppp#oppm#organisasisantriputra#osis#aceh#ospa
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan pengurus OSPA periode 2025/2026 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menerapkan prinsip-prinsip manajemen berkualitas dalam setiap aspek organisasi. Hal ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kepemimpinan yang lebih baik dan berorientasi pada kemajuan santri serta pesantren secara keseluruhan.