Beranda blog Halaman 4

Kabar Gembira, Dua Santri Al Manar Aceh Besar Lolos Seleksi Jambore Dunia Polandia 2027

0
Kabar Gembira, Dua Santri Al Manar Aceh Lolos Seleksi Jambore Dunia Polandia 2027

Dua santri Pesantren Modern Al Manar, Qaysar Ramadhan Putra Kumar dan Kazim Abiyyu, dinyatakan lulus seleksi Jambore Dunia Polandia 2028. Seleksi tersebut dilaksanakan pada 10–12 April 2026 oleh Kwartir Daerah Aceh di Seulawah Super Camp, Saree, Aceh Besar.

Pembina Pramuka Pesantren Modern Al Manar, Ust. Alkahfi Mulya, M.Pd., yang turut mendampingi para peserta, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya mengikutsertakan lima santri dalam seleksi Jambore Dunia.

“Seleksi ini bertujuan untuk menjaring putra-putri terbaik Aceh yang akan mewakili Kwarda Aceh, serta Indonesia secara umum, dalam ajang Jambore Dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para santri yang diikutsertakan sebelumnya telah melalui proses seleksi internal pesantren serta pembinaan intensif oleh para ustaz dan ustazah. Hasilnya, dua santri Al Manar berhasil dinyatakan lulus berdasarkan pengumuman pada 13 April 2026.

“Alhamdulillah, dua santri kami berhasil lolos. Keduanya merupakan santri kelas 1 Aliyah,” tambahnya.

Jambore Pramuka Sedunia ke-26 dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 8 Agustus 2027. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda paling bergengsi dalam kalender kepramukaan global, sekaligus wadah pertemuan Pramuka dari berbagai negara untuk mempererat persatuan, memperkaya pengalaman, serta meningkatkan keterampilan.

Untuk dapat berpartisipasi sebagai Peserta Muda, peserta harus berusia antara 14 hingga 17 tahun saat kegiatan berlangsung, atau lahir antara 30 Juli 2009 hingga 30 Juli 2013. Sementara itu, peserta yang lebih tua dapat bergabung sebagai sukarelawan dalam International Service Team (IST), yang berperan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Relawan dewasa, termasuk yang tergabung dalam Contingent Management Team (CMT), juga diwajibkan berusia minimal 18 tahun dengan ketentuan yang sama seperti relawan IST.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, anggota IST akan mulai tiba pada 27–28 Juli 2027, disusul kedatangan kontingen pada 29 Juli 2027. Pembukaan resmi Jambore akan digelar pada 30 Juli 2027, sementara perayaan khusus 120 tahun gerakan kepanduan dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2027.

Kegiatan Jambore akan ditutup pada 8 Agustus 2027, dengan kepulangan peserta muda pada 9 Agustus 2027, dan anggota IST pada 10 Agustus 2027.

Santri Al Manar Tampil Kreatif di Drama Contest dan Short Film Festival 2026

0
Santri Al Manar Tampil Kreatif di Drama Contest dan Short Film Festival 2026

Pesantren Modern Al Manar melalui Bagian Bahasa menggelar Drama Language Contest 2026 dan Short Film Festival antar gugus depan (gudep) Pramuka santri. Kegiatan ini berlangsung di aula pesantren, dimulai pada Jumat malam, 24 April 2026 untuk santri putri, dan dilanjutkan Sabtu malam, 25 April 2026 untuk santri putra.

Kepala Bidang Bahasa, Ustadz Farhan Rusli, menyampaikan bahwa ajang drama menggunakan dua bahasa, yakni Arab dan Inggris, sebagai sarana meningkatkan kecakapan berbahasa santri. Sementara itu, Short Film Festival untuk santri putra menjadi inovasi baru dan merupakan kali pertama dilaksanakan oleh Bagian Bahasa.

“Ini adalah upaya melatih kemampuan bahasa sekaligus kreativitas santri. Khusus lomba film pendek, ini menjadi pengalaman perdana bagi santri putra untuk berkarya dalam media visual,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa pemisahan penampilan antara putra dan putri bertujuan mendidik kemandirian santri, khususnya santriwati, dalam menyukseskan kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih mental, kemampuan public speaking, serta keterampilan berkreasi.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk melatih mental tampil di depan umum, mengasah kemampuan kerja dan mengekspresikan diri dalam seni,” ungkapnya.

Pada tahun ini, Drama Contest dibagi menjadi dua kategori, yakni pentas drama untuk santriwati dan film pendek untuk santri putra yang ditayangkan bersama di aula pesantren.

Untuk kategori santriwati, penampilan diisi oleh empat kelompok yang mengangkat kisah tokoh-tokoh inspiratif. Kelompok Cut Meutia menampilkan kisah Nyi Ageng Serang, sementara Kelompok Cut Nyak Dien membawakan cerita tentang Martha Christina Tiahahu. Selanjutnya, Kelompok Pocut Baren mengangkat kisah kepahlawanan Laksamana Keumala Hayati, dan Kelompok Ratu Safiatuddin menampilkan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Selain itu, terdapat pula penampilan khusus bertajuk “Derita Ibu Palestina” yang dipersembahkan oleh santriwati kelas 5.

Adapun pada kategori santri putra, kompetisi diikuti oleh empat kelompok yang menghadirkan karya film pendek dengan beragam tema. Kelompok Teuku Umar menayangkan film berjudul Always Bright, disusul Kelompok Panglima Polem dengan film Fraternity. Sementara itu, Kelompok Teuku Chik Ditiro menampilkan film Law is Law, dan Kelompok Sultan Malikul Saleh menghadirkan film berjudul The Flame to Blame.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan Sanggar Seni Bungong Jeumpa Keumang yang sebelumnya meraih Juara 1 Lomba Likok Pulo pada Porseni Aceh Besar. Selain itu, santri putra M. Mulqan turut memukau penonton melalui penampilan vocal solo, setelah berhasil meraih juara pertama dalam ajang yang sama.

Melalui kegiatan ini, Pesantren Modern Al Manar terus berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa, kreativitas, serta mental yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.