Beranda blog Halaman 123

Terima Sertifikat TOEFL & TOAFL, Inilah 6 Santri Peraih Nilai Tertinggi

0

ALMANAR.ID â€“ Setelah mengikuti pelatihan dan tes TOEFL & TOAFL beberapa waktu yang lalu, santri Pesantren Modern Al Manar yang mengikuti tes tersebut menerima sertifikat beserta nilai tes TOEFL & TOAFL yang dibagikan oleh Bagian Penggerak Bahasa, Kamis, (8/2/2024).

Santri berfoto dengan sertifikat TOEFL & TOAFL

Diantara para peserta ujian tes TOEFL & TOAFL tersebut, berikut enam santri yang meraih nilai tertinggi tes TOEFL & TOAFL, baik itu santri putra maupun santri putri :

TOEFL
Ali Reza Muthahari 453
Rijalul Fikri Darmawan 430
Syuja Heyakeyza 420

Indria Rahadatul ‘Aisyi 443
Maura Lidya Rizkina 443
Yasmina Hilwa 440

TOAFL
M. Thariq Al Ghassan 497
Sirajul Bilad 493
Khalil Edria 483

Indria Rahadatul ‘Aisyi 497
Sinta Rahmati 483
Putri Sarah Aulia 473

Dengan adanya pelatihan dan hasil tes tersebut, Bagian Penggerak Bahasa akan mengevaluasi dan meningkatkan lagi kemampuan santri dalam mengikuti atau menjawab soal-soal tes TOEFL dan TOAFL.

Program pelatihan TOEFL & TOAFL ini merupakan program bagian bahasa setiap tahunnya untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menjawab soal-soal TOEFL atau TOAFL, khususnya bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan perguruan tinggi ke luar negeri. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para santri agar lebih cerdik dalam menyelesaikan soal-soal TOEFL atau TOAFL.

Di Pesantren Modern Al Manar, selain pelatihan TOEFL & TOAFL, pemberian kosa kata setiap hari merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan santri dalam berbahasa Arab atau Inggris.

Selain itu, pemberlakuan disiplin wajib berbicara bahasa Arab atau Inggris perminggunya, setiap minggu santri ada giliran berbicara dengan bahasa tertentu, kemudian mendatangkan Native Speaker juga merupakan upaya meningkatkan kemampuan santri dalam berbahasa.

Ust. Ikhram : Inti Penegakan Disiplin Santri Ketatnya Pengawasan Bukan Beratnya Hukuman

0

ALMANAR.ID – Disiplin merupakan titik pusat dalam pendidikan. Tanpa disiplin tidak akan ada kesepakatan antara pendidik dan anak didik, dan hasil pembelajaranpun kurang maksimal. Penegakan kedisiplinan hanyalah satu cara di antara berbagai cara yang dapat digunakan dalam mewujudkan apa yang menjadi harapan dalam pendidikan.

Sehingga, pengaturan semua kegiatan belajar mengajar terutama berkaitan dengan kegiatan sehari-sehari santri sampai pelaksanaan dan pengembangannya. Dengan kata lain perwujudan kedisiplinan itu sangat tergantung bagaimana kedisiplinan itu diaplikasikan oleh seorang pendidik atau penegak disiplin.

Disiplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap santri. Mendisiplinkan santri adalah untuk menghantarkan anak meraih kehidupan yang sehat dan bermanfaat. Dengan berpegang teguh pada aturan dan tata tertib, santri dapat memanfaatkan tenaga serta
kemampuannya.

Apel Disiplin Dewan Guru Pengajar dan Pengurus Setiap Awal Bulan

Jadi, disiplin sangat diperlukan demi terbentuknya manusia yang
berakhlak mulia. Dan dengan disiplin pula seseorang dapat belajar
berperilaku yang dapat diterima di masyarakat. Maka, orang yang
berdisiplin akan mempunyai budi pekerti yang baik, dimana budi
pekerti itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial.

Dalam mendisiplinkan santri terdapat berbagai tujuan, salah satunya agar anak didik atau santri mau membiasakan diri untuk mengikuti
pola dan tata cara yang benar.

Namun, apa sebenarnya yang menjadi sasaran atau inti dalam penegakan disiplin?

Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, Kamis, (8/2/2024) kembali mengingatkan dewan guru pengurus untuk meningkatkan pengawasan penerapan disiplin kepada santri.

Menurut beliau, inti dari disiplin bukan pada beratnya hukuman tapi pada ketatnya pengawasan atau kontrollingnya, dengan kata lain mencegah santri melanggar disiplin jauh lebih baik dari pada memberi hukuman setelah santri tersebut melanggar.

Pimpinan pesantren sedang memantau calon santri baru mengikuti ujian seleksi

Kepada bagian yang menerapkan disiplin, seperti bagian pengasuhan, pengajaran dan bahasa, beliau menekankan agar sering-sering keliling mengontrol pergerakan santri, sehingga dapat meminimalisir pelanggaran santri terjadi.

“Bagian Bahasa keliling lihat anak yang sedang duduk berbicara bahasa apa digunakan, Pengasuhan lihat siapa yang buang sampah sembarangan, masuk asrama lihat siapa yang tidak pakai gembok lemarinya.” Ujarnya memberi contoh.

Kemudian beliau juga mengingatkan bahwa dalam memberi hukuman kepada santri, guru pengurus harus merujuk pada prosedur dan frekuensi pelanggaran yang telah ditetapkan bersama, tidak boleh semena-mena, dan diharapkan hukuman tersebut dapat membangun kesadaran santri untuk berdisiplin.

Disisi lain, beliau juga menjelaskan bahwa ancaman sanksi atau hukuman juga penting karena dapat memberi dorongan dan kekuatan bagi santri untuk menaati dan mematuhi disiplin.

“Tanpa adanya ancaman hukuman atau sanksi, dorongan ketaatan dan kepatuhan dapat diperlemah, namun pengawasan jauh lebih penting dari pada hukuman “. Tutupnya