Oleh : Fathin Hafy, Kelas I Aliyah Al Manar, Kelas Media dan Jurnalistik
Pada Minggu pagi, 07 Desember 2025, kami sedang bersiap untuk mengikuti ujian lisan di pesantren. Namun, suasana mendadak berubah ketika salah satu akhun pesantren menyampaikan informasi bahwa pada pagi itu juga Pesantren Modern Al-Manar memulangkan seluruh santri. Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas bencana alam yang melanda wilayah Sumatra dan sekitarnya.
Setibanya di rumah, hal pertama yang saya lakukan adalah membersihkan kamar dan seluruh bagian rumah. Sebagian kamar kami terendam air banjir setinggi mata kaki. Beberapa hari kemudian, keluarga kami menerima kabar bahwa keluarga ayah di Bener Meriah dalam keadaan selamat. Namun, kebun mereka hilang akibat tanah longsor yang dalam dan dipenuhi bebatuan besar.
Setelah melalui diskusi panjang bersama keluarga, ayah berniat melakukan perjalanan menuju Takengon dan Bener Meriah. Namun, di tengah perjalanan kami terpaksa putar arah dan kembali ke rumah, karena jembatan yang biasa menjadi akses utama terputus total.
Selama berada di rumah, saya lebih sering membantu orang tua. Setiap hari saya mengambil dan menimba air sumur, berbelanja bahan makanan ke pasar, serta menjemput adik sepulang sekolah. Semua itu saya lakukan karena melihat ayah berjuang keras demi keluarga, terlebih dalam kondisi sulit saat air bersih, listrik, dan bahan dapur sangat terbatas. Belum lagi pekerjaan ayah yang menguras tenaga dan pikiran.
Di sela-sela tanggung jawab menjaga rumah, saya dan beberapa teman sesekali pergi ke warkop untuk mengisi daya telepon genggam. Biasanya kami kembali ke rumah sekitar pukul 03.00 dini hari.
Beberapa minggu sebelum kembali ke pesantren, tepatnya pada malam tahun baru, kami sekeluarga mengadakan acara bakar-bakar bersama tetangga. Ada yang membakar ikan, ayam, daging, sosis, dan nugget. Namun, suasana itu tidak sepenuhnya diwarnai kegembiraan, karena masih ada keluarga dan saudara kami yang terdampak bencana.
Oleh karena itu, setelah acara bakar-bakar, kami melaksanakan Samadiyah dan doa bersama untuk para korban bencana di Sumatra dan sekitarnya.

