Beranda blog Halaman 84

Silaturahim & Orientasi Kepesantrenan: Membangun Sinergi Antar Pesantren dan Orang Tua Santri Baru

0
Pesantren Modern Al Manar Gelar Silaturahim dan Orientasi Santri Baru

ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar melalui Panitia Penerimaan Santri Baru 2024/2025 mengadakan acara Silaturahim & Orientasi Kepesantrenan Wali Santri Baru di Gedung Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (18/7/2024). Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pesantren, Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd dan jajaran pengurus pesantren, Koordinator Bidang Pengurus, Kepala Bidang, Wali Asrama dan Wali Kelas Santri Baru 2024..

Lebih dari 200 wali santri antusias mengikuti acara ini sebagai langkah awal memulai perjalanan baru di Pesantren Modern Al Manar. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan Al Manar lebih dekat kepada para wali santri baru, menjalin silaturahmi yang kuat, dan memadukan visi dan misi dalam mengantarkan putra-putri tercinta menuju masa depan gemilang.

Menyatukan Visi dan Misi untuk Masa Depan Gemilang

Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan sejarah berdirinya Pesantren Modern Al Manar dan menjelaskan visi dan misi pesantren dalam mencetak generasi Islami yang berilmu dan berakhlak mulia. Beliau menekankan pentingnya kerjasama antara orang tua dan pesantren untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, memaparkan arah dan tujuan pendidikan serta program-program unggulan yang ditawarkan Al Manar. Ust. Awaluddin, Gr. M.Pd, selaku Koordinator Pendidikan dan Pengajaran, menjelaskan metode pembelajaran inovatif yang diterapkan di Al Manar, yang memadukan ilmu agama dan pengetahuan umum.

Ust. H. Syahrul Ramadhan, MA, Koordinator Pengasuhan Santri dan Konseling, menjelaskan tata tertib dan regulasi yang diterapkan di Al Manar untuk memastikan keamanan, kenyamanan, disiplin bahasa dan fokus belajar para santri.

Ust. Safrijal Ahmad, SH, Kabag Tata Usaha, menjelaskan sistem keuangan dan prosedur pembayaran iuran bulanan santri.

Kerjasama Orang Tua dan Pesantren

Upaya kerjasama antara orang tua dan pesantren dalam mendukung perkembangan santri secara optimal menjadi fokus pembahasan selanjutnya. Dipaparkan bahwa komunikasi yang terbuka dan kerjasama yang solid antara orang tua dan pesantren sangatlah penting untuk mengantarkan santri mencapai kesuksesan.

Sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi para wali santri untuk menggali informasi lebih dalam dan mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan terkait Al Manar. Acara diakhiri dengan salam salaman antar pengurus pesantren dan wali santri, membangun keakraban dan memperluas jaringan komunikasi.

Silaturahim & Orientasi Kepesantrenan Wali Santri Baru di Pesantren Modern Al Manar merupakan langkah awal yang kokoh dalam mengantarkan putra-putri tercinta menuju gerbang ilmu dan kebersamaan.

Dengan kerjasama yang solid antara orang tua dan pesantren, santri diharapkan dapat berkembang menjadi generasi Islami yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Santri baru akan dijadwalkan masuk pada Ahad, 21 Juli 2024.

Tradisi Bubur Asyura: Melestarikan Budaya dan Mempererat Silaturahim Umma

0
Tradisi Bubur Asyura: Melestarikan Budaya dan Mempererat Silaturahim Umma

ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar melalui organisasi Ummahatul Mu’allimat Al Manar (Umma) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ukhuwah dengan mengadakan kegiatan masak bubur Asyura di dapur pesantren. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, di mana bahan-bahan untuk memasak didapatkan dari patungan anggota Umma, yang kemudian dimasak dan dinikmati bersama-sama.

Masyarakat Aceh memaknai bulan Muharram dengan melakukan berbagai kegiatan yang meriah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas perayaan bulan Muharram adalah memasak bubur Asyura secara bersama-sama dalam panci besar. Tradisi ini tidak hanya sekadar memasak, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong yang kuat di antara masyarakat.

Pada hari Asyura (10 Muharram), tradisi memasak bubur Asyura dilakukan dengan cara patungan (meuripee) oleh kaum ibu-ibu. Masyarakat Aceh juga memiliki kebiasaan rutin berwakaf, bersedekah, atau mengadakan kenduri. Hal ini terlihat dari penamaan bulan-bulan dalam tarikh Aceh, di mana dari 12 bulan, 9 di antaranya identik dengan kebiasaan tersebut, seperti Bulan Muharram (Khenduri Ie Bu), Rabiul Awal (Meulot Phon), dan lainnya.

Tradisi memasak Bubur Asyura di bulan Muharram merupakan bagian penting dari budaya Aceh. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga tali silaturahim antar sesama masyarakat gampong serta berbagi rezeki dengan bersedekah kepada sesama.

Kegiatan masak bubur Asyura oleh Ummahatul Mu’allimat Al Manar ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan di antara anggota, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dapat terus dilestarikan di tengah masyarakat.