Beranda blog Halaman 7

Pimpinan Pesantren Al Manar Terbitkan Buku Madrasah Taghyīr: Jembatan Menuju Perubahan Santri

0

Pesantren Modern Al Manar kembali menorehkan kontribusi intelektual dalam dunia pendidikan Islam melalui terbitnya sebuah buku berjudul Madrasah Taghyīr: Jembatan Menuju Perubahan Santri, karya Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Dr. Ikhram M. Amin, S.S., M.Pd.

Buku ini hadir sebagai refleksi sekaligus tawaran pemikiran tentang pentingnya perubahan (taghyīr) dalam dunia pendidikan Islam, khususnya dalam membentuk karakter dan orientasi hidup santri di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Dalam buku ini, gagasan taghyÄ«r dipahami bukan sekadar perubahan yang bersifat pragmatis atau mengikuti arus zaman semata, melainkan sebuah proses perubahan yang berkesadaran, bertahap, dan bernilai. Madrasah diposisikan bukan hanya sebagai institusi transmisi pengetahuan, tetapi sebagai ruang pembentukan karakter, kesadaran etis, dan arah peradaban.

K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menerima Buku Taghyir

Dengan pendekatan reflektif serta argumentasi yang jernih, Dr. Ikhram mengajak pembaca untuk melihat pendidikan Islam sebagai instrumen penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Di tengah derasnya arus globalisasi, krisis karakter generasi muda, serta pergeseran nilai sosial yang semakin kompleks, buku ini menjadi sangat relevan. Penulis menawarkan perspektif yang menyeimbangkan antara keteguhan prinsip-prinsip Islam dengan keterbukaan terhadap dinamika sosial dan perkembangan zaman.

Buku Madrasah TaghyÄ«r juga menegaskan bahwa pesantren dan madrasah memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, adaptif, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Kehadiran buku ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga ruang lahirnya gagasan-gagasan peradaban. Tradisi literasi dan intelektual di lingkungan Pesantren Modern Al Manar terus tumbuh sebagai bagian dari ikhtiar membangun pendidikan Islam yang progresif namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.

Buku ini turut diperkuat oleh berbagai tokoh akademik dan intelektual. Kata pengantar (preface) ditulis oleh Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., sementara proses peer review dilakukan oleh Dr. Abdul Hadi, MA. Adapun editor buku ini adalah Muliadi Kurdi, dengan tim proofreaders terdiri dari Tengku Vellayet, S.Fil.I., MA., Riyan Maulana, MA., Aulia Kesuma, MM., dan Azhari Almanar.

Madrasah TaghyÄ«r: Jembatan Menuju Perubahan Santri diterbitkan oleh CV. Naskah Aceh pada cetakan pertama Maret 2026. Buku ini terdiri dari xix + 217 halaman dengan ukuran 13.5 x 20.5 cm dan telah memiliki ISBN 978-634-96474-2-7.

Terbitnya buku ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam pengembangan wacana pendidikan Islam kontemporer, sekaligus menjadi inspirasi bagi para pendidik, santri, akademisi, dan pemerhati pendidikan dalam membangun generasi yang siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar nilai dan identitas keislamannya.

Peran Pesantren Al-Manar Tanggapi Banjir Aceh melalui Laziswaf dan SAGANA Salurkan Donasi Rp133.684.000

0
Peran Pesantren Al-Manar Tanggapi Banjir Aceh melalui Laziswaf dan SAGANA Salurkan Donasi Rp133.684.000

Saat Aceh dilanda musibah banjir dan longsor pada akhir tahun 2025, Pesantren Modern Al-Manar langsung mengambil peran sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Pesantren membentuk Relawan SAGANA (Santri Siaga Bencana) yang bernaung di bawah lembaga amil zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Laziswaf) Al-Manar untuk menggalang serta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

Melalui Laziswaf dan SAGANA, pesantren berhasil menghimpun total donasi sebesar Rp133.684.000, yang disalurkan dalam tiga tahap sejak Desember 2025 hingga Februari 2026. Bantuan ini tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga logistik dan sembako untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat korban banjir dan longsor.

Kamis sore, 11 Desember 2025, Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, secara langsung melepas keberangkatan Tim Laziswaf Al-Manar dan Relawan SAGANA untuk menyalurkan bantuan tahap pertama. Dalam misi tersebut, Pimpinan Pesantren turut serta langsung bersama tim di lapangan sebagai bentuk kepemimpinan dan kepedulian langsung terhadap kondisi masyarakat terdampak. Kolaborasi dengan Pondok Sahabat Al-Qur’an Karim Jambi menghasilkan donasi tahap pertama sebesar Rp30.345.000 yang disalurkan dalam bentuk sembako dan logistik kebutuhan mendesak, seperti beras, telur, mi instan, minyak goreng, kue kering, popok bayi, pakaian, masker, sabun mandi, dan sabun cuci.

Setelah tahap pertama, penyaluran tahap kedua berlangsung pada 2–7 Januari 2026 di Aceh Tengah dan Bener Meriah, melalui posko dapur umum, rumah warga, dan wali santri yang terdampak bencana. Total donasi tahap kedua sebesar Rp68.740.000 berasal dari berbagai donatur, termasuk IMATX (Indonesian Muslim Association in Greater Austin), Texas, Amerika Serikat Rp5.250.000, Muhsinin Baitul Mal Pancot, Karanganyar, Jawa Tengah Rp6.000.000, Donatur Singapura (Cikgu Adam bin Aid and Friends) Rp18.000.000, serta Muhsinin Masjid Besar Al-Huda, Mertoyudan, Magelang Rp11.000.000. Bantuan juga datang dari Idealist Leader Alumni Gontor 2011 Rp3.000.000, Keluarga Besar Almh. Zuhra binti Walad Rp4.000.000, serta masyarakat, wali santri, santri, guru, dan alumni Al-Manar secara individu Rp21.490.000.

Selain donasi uang tunai, Laziswaf Al-Manar juga menerima bantuan non-tunai dari Yayasan HaKA berupa filter air minum Nazava. Bantuan lainnya datang dari Gampong Cot Preh, masyarakat Maluku Utara, Aceh Besar, serta para muhsinin lainnya berupa Al-Qur’an, pakaian layak pakai, dan berbagai barang bermanfaat lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Tahap ketiga dilaksanakan pada 12 Februari 2026 di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, dengan total donasi Rp34.599.000, termasuk sumbangan Penderma Singapura Rp12.898.000, IMATX Texas Rp7.000.000, dan kontribusi para muhsinin dan muhsinat Laziswaf Al-Manar. Bantuan ini disalurkan langsung kepada masyarakat yang memerlukan penanganan darurat dan dukungan logistik.

Kegiatan kemanusiaan ini tidak hanya menyalurkan bantuan material, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri. Melalui SAGANA, santri belajar tanggung jawab sosial, kepedulian, kerja sama, dan cara merespons bencana dengan cepat, sehingga nilai-nilai kemanusiaan tertanam sejak dini.

Kolaborasi antara Laziswaf Al-Manar, SAGANA, dan para donatur menunjukkan bahwa pesantren mampu menjadi pusat aksi sosial yang efektif. Pendekatan ini memadukan semangat gotong royong santri dengan dukungan alumni, wali santri, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan, sehingga dampak bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Secara keseluruhan, melalui tiga tahap penyaluran, Laziswaf Al-Manar dan SAGANA berhasil menyalurkan total bantuan senilai Rp133.684.000, baik berupa uang tunai maupun logistik, ke berbagai wilayah terdampak banjir Aceh. Pihak pesantren mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik dari dalam maupun luar negeri, atas kepercayaan dan dukungan mereka sehingga bantuan ini dapat tersalurkan tepat sasaran. Langkah ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga hadir sebagai pusat kepedulian dan aksi kemanusiaan yang nyata.