ALMANAR.ID Jelang akhir masa kepengurusan, seluruh bagian pengurus Organisasi Santri Pesantren Al-Manar (OSPA) diwajibkan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ). Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 23 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh pimpinan pesantren, dewan guru, serta seluruh santri yang merupakan bagian dari organisasi tersebut.
Semua LPJ setiap bagian diterima dan diperiksa langsung oleh pimpinan pesantren, yang diwakili oleh Ust. Dr. Zulkhairi Sofyan, MA untuk OSPA Putra dan Ust. Syahrul Ramadhan, MA untuk OSPA Putri.
Laporan Pertanggungjawaban yang disampaikan meliputi dua aspek utama, yaitu pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan dan laporan keuangan yang mencakup semua pemasukan dan pengeluaran selama masa kepengurusan. Setiap ketua bagian dalam pengurus OSPA diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil kerja dan laporan keuangan di bidang masing-masing.
Ketua Bagian Keuangan memberikan laporan mengenai alokasi dan penggunaan dana yang diterima oleh OSPA. Ia menjelaskan secara rinci tentang sumber dana, termasuk dari iuran anggota dan sumbangan dari pihak eksternal.
Acara ditutup dengan doa , berharap agar OSPA dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi seluruh santri, dan menjadi wadah yang produktif dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia serta berdaya saing di masa depan.
ALMANAR.ID– Pesantren Modern Almanar kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi pemimpin yang berkualitas melalui kegiatan debat kandidat calon Ketua OSPA (Organisasi Santri Pesantren Almanar) dan calon Wakil Ketua OSPA. Acara ini berlangsung meriah di Aula Pesantren Modern Al Manar dengan pelaksanaan yang terpisah antara santri putra dan santri putri.
Debat kandidat untuk santri putra telah dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025, sementara untuk santri putri digelar sehari setelahnya yakni pada tanggal 22 Januari 2025.
Pimpinan Pesantren yang diwakili oleh Ust. H. Syahrul Ramadhan, MA, selaku Koordinator Pengasuhan Santri, memberikan sambutan sebelum debat dimulai. Beliau menekankan pentingnya acara ini sebagai bentuk pendidikan demokrasi bagi para santri. “Debat ini adalah pengalaman berharga bagi kalian semua, karena di negara kita yang menganut sistem demokrasi, kemampuan menyampaikan gagasan di depan publik sangat diperlukan. Namun, saya juga ingin mengingatkan bahwa apa yang kalian sampaikan malam ini bukan hanya sekadar omongan belaka. Jika terpilih, semua janji dan program kerja harus dijalankan dengan penuh amanah, karena ini disaksikan oleh Allah SWT, para guru, dan seluruh santri di sini,” ujar beliau pada debat santri putra
Masing-masing kandidat menyampaikan visi dan misi mereka dengan penuh percaya diri dan semangat untuk membawa perubahan positif di Pesantren Modern Al Manar, khususnya dalam hal kedisiplinan santri.
Sementara itu Debat putri diawali dengan sambutan dari Ust. Dr. Zulkhairi Sofyan, MA, selaku Koordinator Bidang Bahasa yang mewakili Pimpinan Pesantren. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa OSPA Putri memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan bagi santriwati lainnya. “OSPA Putri harus menjadi role model bagi adik-adiknya dalam menjalankan roda kehidupan di pesantren, baik itu dalam berdisiplin, menjaga akhlak, maupun sikap sehari-hari. Kalian harus mampu menebar manfaat dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Apa yang kita jalani hari ini semuanya ada dalam motto dan panca jiwa pesantren. Ini adalah bagian dari totalitas pendidikan pesantren yang telah digariskan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor dalam kehidupan santri sehari-hari,” ungkapnya.
Dalam penyampaian visi dan misi, para kandidat menyoroti berbagai isu penting yang dihadapi oleh para santri, seperti peningkatan kualitas kegiatan ekstrakurikuler, penguatan karakter Islami, dan pembentukan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Semua calon menyampaikan ide-ide inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan santri selama di pesantren.
Tidak hanya para kandidat, para pendukung dari masing-masing pasangan calon juga menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Dengan yel-yel yang penuh semangat, mereka memberikan dukungan moral kepada kandidat yang mereka jagokan. Suasana debat semakin meriah ketika para pendukung saling berlomba menyuarakan dukungan mereka dengan cara yang sportif dan kreatif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pembelajaran penting kepada para santri mengenai proses demokrasi yang sehat. Dengan adanya debat ini, diharapkan para santri semakin memahami pentingnya kepemimpinan yang visioner dan berintegritas dalam membangun sebuah organisasi.
Acara ini menjadi salah satu langkah nyata Pesantren Modern Al Manar dalam mendidik santri untuk menjadi pemimpin yang berkualitas, tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga di masa depan. Semua pihak berharap bahwa siapapun yang terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSPA dapat membawa perubahan yang lebih baik dan membawa Pesantren Modern Al Manar menuju masa depan yang lebih gemilang.