ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al Manar terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wali santri. Dalam Rapat Mingguan Pengurus yang digelar malam ini, Senin, 3 Februari 2025, Pimpinan Pesantren, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, kembali menegaskan pentingnya memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional kepada para wali santri.
“Fokus utama kita adalah meningkatkan pelayanan terhadap wali santri. Jika hanya membutuhkan surat aktif, cukup dikirim melalui WhatsApp. Jika ada wali santri yang datang, ustadz dan ustadzah harus menyapa mereka, menanyakan apa yang bisa dibantu. Saat melayani wali santri, kita harus dalam keadaan duduk, ajak wali santri duduk dengarkan laporan atau permasalahannya, tidak boleh berdiri,” tegas beliau.
Lebih lanjut, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd mengajak seluruh pengurus untuk terus berbenah diri dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, sikap profesional dan penuh penghormatan terhadap wali santri adalah bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga nama baik pesantren.
Selain itu, beliau juga memberikan arahan terkait kegiatan santri di bulan Februari. “Diharapkan kepada seluruh ustadz dan ustadzah untuk tidak membawa santri mengikuti lomba di luar pesantren pada bulan ini. Santri harus fokus belajar dan mengoptimalkan sisa waktu sebelum libur. Kabid Pendidikan dan Pengajaran serta Kabid Pengasuhan harus tegas dalam hal ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pesantren juga meminta agar bagian Bahasa lebih aktif dalam membina santri untuk menjadi muballigh. “Bagian Bahasa harus memikirkan strategi agar santri bisa menjadi muballigh yang andal. Ini adalah investasi bagi masa depan dakwah mereka,” tambahnya.
Arahan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pesantren Modern Al Manar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan, dan pembinaan santri agar tetap berprestasi dan memiliki akhlak yang unggul.
ALMANAR.ID – Pesantren Modern Al-Manar terus berinovasi dalam bidang media dan publikasi. Pada Senin, Februari 2025, Santri Humas Al-Manar resmi menerima pelatihan teknik dasar menerbangkan drone sebagai bagian dari pengembangan keterampilan produksi konten digital.
Sejak pelantikan kepengurusan baru, Humas Al-Manar telah mulai memberikan pelatihan dan penugasan bagi santri guna meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang fotografi, videografi, dan jurnalistik. Meskipun belum berjalan secara maksimal, berbagai tugas mulai dikerjakan secara bertahap.
Santri yang tergabung dalam Organisasi Santri Pesantren Al-Manar (OSPA) periode 2025-2026 akan aktif membantu Humas Al-Manar dalam menghasilkan karya visual yang dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial. Sebagai langkah awal, dua santri Humas, Qaidi Rifqy dan Farhan Aqila, mendapatkan pelatihan dasar menerbangkan drone yang diajarkan oleh Ustadz Muhammad Fazaki, staf Humas Al-Manar.
Keduanya bukanlah orang baru dalam dunia produksi media, karena telah tergabung dalam OSPA periode sebelumnya dan telah menerima berbagai pelatihan seperti teknik fotografi, videografi, produksi podcast, live streaming, serta desain grafis.
“Kita targetkan asah skill mereka dulu. Mereka harus kuasai tekniknya, dan terakhir baru masuk ke post-production, yaitu editing dan publikasi ke media sosial. Kita ajarkan bertahap dan simultan,” ujar Ustadz Muhammad Fazaki, alumni Al-Manar tahun 2017 yang berasal dari Cot Girek.
Saat ini, sebagian besar kegiatan pesantren sudah mulai diliput penuh oleh santri Humas. Siaran langsung beberapa acara pesantren kini sepenuhnya dikelola oleh santri, meskipun dengan keterbatasan alat seperti komputer, kamera, lensa, dan perangkat pendukung broadcasting lainnya. Namun, sedikit demi sedikit, Humas Al-Manar telah mampu mengelola sendiri produksi publikasi, termasuk live streaming, tanpa melibatkan pihak luar.
Produksi Video Podcast Al Manar
Tim Humas Al Manar Periode 2025-2026 Pada periode 2025-2026, tim Humas Al Manar terdiri dari 6 santri putra dan 4 santriwati putri. Di bawah kepemimpinan Qaidi Rifqy (Kelas 5 Aliyah), tim putra bertugas menangani foto, video, dan broadcasting. Anggota lainnya termasuk Farhan Aqila (Kelas 5), Ariansyah (Kelas 5), Wildanun Mukhalladun (Kelas 5, khusus desain grafis), Fairuz Althaf (Kelas 4, bidang news anchor dan reporter), serta Aylawi Handika (Kelas 4, bidang jurnalistik).
Sementara itu, tim Humas putri diketuai oleh Navira Sahifa (Kelas 5, bidang foto dan video), dengan anggota Muthia (Kelas 5, khusus jurnalistik), Rizka Aizillah (Kelas 4, video journalist dan reporter), serta Zahra Syamila Fadhli (reporter).
Melihat cakupan tugas yang luas, jumlah personel Humas saat ini dinilai masih kurang. Tidak hanya memproduksi foto dan video, tetapi juga desain grafis dan karya jurnalistik. Namun, tim Humas akan mendapat dukungan dari berbagai kelompok ekstrakurikuler santri seperti Kelompok Fotografi dan Videografi, Al-Manar Readers Club (Komunitas Baca Santri) yang bertujuan melahirkan berbagai karya tulis, serta Kelompok News Report yang mayoritas diminati oleh santri putri.
Sistem pendidikan bagi santri Humas di Al-Manar berbasis penugasan. Mereka langsung belajar di lapangan, diberikan tugas nyata, dan diajarkan secara langsung di tempat kejadian. Sesekali, mereka juga mengikuti sesi teori di ruang Humas dalam seminggu.
“Kami lebih banyak menerapkan pembelajaran berbasis praktik lapangan karena itu jauh lebih efektif,” ujar Ustadz Fazaki, alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry yang turut membina santri Humas.
Dengan berbagai pelatihan yang diberikan, diharapkan para santri Humas Al-Manar semakin terampil dalam memproduksi konten media yang profesional serta mampu mendokumentasikan setiap kegiatan pesantren dengan kualitas yang lebih baik serta menjadi generasi muda yang siap berkontribusi dalam dunia media, baik di dalam maupun luar pesantren. Langkah ini juga menjadi bukti nyata komitmen Al Manar dalam mempersiapkan santri menghadapi tantangan era digital.