Beranda blog Halaman 221

Jaga Kualitas Ujian, Bagian Pengajaran Periksa Materi Penguji Ujian Lisan

0

ALMANAR.PONPES.ID – Untuk menjaga kualitas ujian dan standar soal Ujian Syafahi, Bagian Pengajaran Pesantren Modern Al Manar menjadwalkan pemeriksaan materi ujian (tanqih i’dad) para penguji ujian syafahi (lisan) pada Rabu malam, (18/11/2020) di halaman mesjid jami’ Al Manar dan di kantor. Materi ujian lisan para penguji ini diperiksa langsung oleh guru supervisi yang telah ditunjuk sebelumnya oleh bagian pengajaran.

Untuk materi Bahasa Arab diperiksa langsung oleh Ust. Awaluddin, M.Pd, Bahasa Inggris oleh Ust. Fadhil Ahmadi, M.Ed dan untuk materi Fiqh diperiksa oleh Ust. Apendi, S.Pd. Dalam pemeriksaan tersebut, materi ujian para penguji akan dievaluasi dan dikoreksi jika terdapat kesalahan maupun kekurangan.

Pemeriksaan materi ujian (tanqih i’dad) ini merupakan salah satu prosedur pelaksanaan ujian di Pesantren Modern Al Manar yang dilaksanakan setiap semesternya menjelang ujian.

suasana belajar malam santri Pesantren Modern Al Manar

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya oleh pimpinan pesantren, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd  dalam pengarahan para penguji ujian lisan pada Jum’at malam, (13/11/2020), bahwa para penguji sangat penting memahami cara menguji, cara menghadapi berbagai karakter santri dan kemampuan individual santri dalam memahami pertanyaan dan menguasai pelajaran.

Maka,  dengan adanya materi ujian yang telah disiapkan terlebih dahulu akan menjadi alat kontrol atau tolak ukur para penguji dalam menguji, menanyakan berbagai pertanyaan kepada santri, tidak asal-asalan, semuanya terukur dan mengarah pada kurikulum yang berlaku.

Selain itu, pertanyaan para penguji pun harus bervariasi, mulai dari mudah hingga level yang susah. Dengan harapan, jikapun ada santri yang tidak bisa menjawab atau kurang menguasai pelajaran, paling tidak ada beberapa soal yang mudah bisa dijawab oleh santri tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga santri agar tidak merasa down setelah keluar dari ruang ujian.

suasana belajar malam santri Pesantren Modern Al Manar

Selanjutnya para penguji diharapkan agar tidak hanya sebatas menjadi penguji, tapi berperan penting lebih dari sekedar menguji, menjadi motivator dengan memberi nasehat dan arahan kepada santri setelah semua pertanyaan selesai ditanyakan, sehingga santri mendapatkan setruman semangat setelah keluar dari ruang ujian untuk lebih giat dalam belajar, agar lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian tulis setelah dievaluasi dan dinasehati oleh penguji.

Ujian lisan (syafahi) akan berlangsung mulai Sabtu, 21 November 2020 dan akan berakhir pada 29 November mendatang. Dalam menghadapi ujian, Bagian Pengajaran terus menggalakkan belajar malam terbimbing dan memperketat disiplin santri dalam belajar dengan mewajibkan santri membawa buku dalam setiap aktivitas.  

Pembangunan Asrama Santri Al Manar Masuk Tahap Pengecoran Lantai Dua

0

ALMANAR.PONPES.ID – Dalam rangka menyambut santri baru pada tahun 2021, Pesantren Modern Al Manar terus memacu derap pembangunan berbagai fasilitas pesantren, salah satunya pembangunan asrama santri putra sebanyak dua lantai yang sudah mulai masuk tahap pengecoran lantai dua. Rabu (18/11/2020), para pekerja mulai melakukan pengecoran lantai dua asrama tersebut.

Puluhan pekerja dikerahkan untuk pengecoran lantai dua asrama putra yang dijadwalkan rampung pada pertengahan tahun 2021 tersebut. Letak asrama yang berjumlah 8 ruang ini berdekatan langsung dengan ruang kelas santri, dan kemungkinan besar untuk ruang lantai satu akan dijadikan ruang belajar dan lantai dua akan dijadikan sebagai asrama.

Adapun dana pembangunan asrama tersebut bersumber dari dana pembangunan pesantren yang sudah dialokasikan setiap tahunnya, dan sebahagiannya bersumber dari unit usaha pesantren, seperti kantin dan swalayan.

Tidak Menerima Bantuan dari Pemerintah Aceh

Pada tahun ini Pesantren Modern Al Manar tidak menerima bantuan type dayah dari pihak pemerintah Aceh yang bersumber dari APBA atau dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Pasalnya,  pada tahun ini sekitar 40%, atau sebanyak Rp205 miliar anggaran di Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk pembangunan pesantren di Aceh dialihkan untuk anggaran penanganan dan pencegahan covid-19 di Aceh. 

Meskipun demikian, Pesantren Modern Al Manar juga menerima dana bantuan dari pemerintah pusat, yaitu Bantuan Operasional Pesantren (BOP) yang disalurkan oleh Kementerian Agama RI, hanya saja dana tersebut tidak boleh diperuntukkan untuk pembangunan pesantren, melainkan untuk pengadaan barang yang berkenaan dengan penanganan covid-19.

Pimpinan Pesantren sedang memantau persiapan pengecoran bersama konsultan pembangunan

Kemandirian Pesantren

Pimpinan Pesantren, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd mengatakan bahwa pesantren pada hakikatnya tidak selalu harus bergantungan kepada pemerintah, namun harus selalu mengedepankan kemandirian pesantren itu sendiri yang bersumber dari perekonomian unit usaha pesantren.

Karena menurut beliau, usaha mandiri yang dijalankan pesantren sejatinya membawa dampak positif bagi pesantren, menjadi sumber penghasilan bagi pengembangan pesantren dan lebih leluasa mengembangkan diri, tanpa takut ‘mandeg’ di tengan perjalanan jika kekurangan atau kehilangan sumber pendanaan dari pemerintah atau masyarakat seperti saat covid-19 ini. Karena disadari atau tidak masalah finansial adalah hal yang sering mengancam keberadaan pesantren.

Namun, beliau menambahkan, hanya saja untuk Aceh sendiri karena ada kekhususan dana OTSUS dari pemerintah pusat, pemerintah Aceh selalu mengalokasikan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana pesantren setiap tahunnya yang besar dananya ditentukan berdasarkan type dayah yang telah di akreditasi oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Makanya, pesantren di Aceh saat ini masih sangat terbantu dengan adanya anggaran OTSUS tersebut, maka setelah OTSUS Aceh berakhir, disaat itulah eksistensi pesantren dipertaruhkan dengan segala kekuatan dan kelemahan finansialnya.

Pekerja sedang melakukan pengecoran lantai dua

Dan selanjutnya poin penting yang beliau tekankan bahwa pihak pesantren harus yakin kepada Allah dengan seyakin-yakinnya dalam mengelola pesantren, jika kita membantu agama Allah maka Allah akan bantu kita, harus ikhlas mendidik santri, karena Allah akan mendatangkan pertolongan dan rezeki dari hal yang tak terduga.

“Dalam mengelola pendidikan pesantren, kita harus yakin kepada Allah, seyakin-yakinnya, itulah iman namanya, in tanshuruu allaaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum, Jika kita menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita dengan mendatangkan rezeki dari hal tak terduga” tutupnya.