Beranda blog Halaman 214

Perdana, Pesantren Al Manar Pulangkan Santri Liburan Melalui Konsulat

0

ALMANAR.PONPES.ID – Mulai tahun ajaran 2020/2021, Pesantren Modern Al Manar mulai mengaktifkan konsulat antar santri. Istilah konsulat di dalam pesantren adalah kelompok santri yang tergabung menurut asal daerah atau kabupaten masing-masing. Setiap konsulat disertai guru atau ustadz pembimbing yang juga berasal dari daerah yang sama.

Konsulat Santri di Pesantren Modern Al Manar mulai terbentuk sejak Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy tahun 2020 ini.

Pada liburan semester ganjil ini, untuk pertama kalinya Pesantren Modern Al Manar memulangkan santrinya berlibur melalui rombongan konsulat masing-masing, khususnya untuk santri luar daerah Aceh Besar dan Banda Aceh.  

Pelepasan Perpulangan Konsulat oleh pimpinan pesantren

Hari ini, Kamis, (17/12/2020) Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd melepas rombongan konsulat perpulangan santri.

Adapun daerah yang pulang melalui konsulat antara lain, Aceh bagian tengah yang meliputi ;  Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Dan konsulat Aceh bagian Barat Selatan, meliputi ; Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Konsulat Aceh Jaya berfoto bersama usai tiba di rumah santri yang diantar

Sedangkan untuk daerah Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulu dan Singkil awalnya diwacanakan juga pulang melalui konsulat, hanya saja karena banyak santri yang memilih tidak pulang langsung ke kampung halamannya, berlibur di Banda Aceh, akhirnya dibatalkan.

Armada Konsulat Aceh Tengah

Pembimbing Konsulat Bagian Aceh Tengah, Ust. Safrijal Ahmad, SH mengatakan santri dan wali santri sangat antusias mendukung perpulangan melalui rombongan konsulat, selain untuk memudahkan wali santri dengan tidak lagi datang menjemput anaknya, juga dapat menguatkan ukhuwah antar santri khususnya sesama daerahnya.

“Alhamdulillah, konsulat Aceh bagian tengah hari ini untuk pertama kalinya kita pulang sama-sama, semoga momen ini menjadi kesan yang baik untuk santri, semoga makin kuat ukhuwahnya sesama perantau dan penuntut ilmu”harapnya.

Konsulat Aceh Tengah

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd berharap dengan adanya sistem perpulangan melalui konsulat ini bisa menjadi syiar pesantren untuk daerah masing-masing.

Beliau berharap ukhuwah putra-putri daerah ini bisa lebih semakin kompak dan solid, menjadi suri tauladan yang bagi anak-anak di daerahnya, bisa menginspirasi yang lain untuk bisa bersekolah di lembaga pendidikan pesantren.

“Mereka ini putra putri terbaik daerah masing-masing, dengan adanya perpulangan dengan rombongan konsulat ini menjadi syiar pesantren, dengan harapan mereka ini menjadi inspirator bagi yang lain, mensyiarkan lembaga pendidikan pesantren,” Ujarnya.

Konsulat Aceh Tengah saat tiba di Bireun

Selain itu beliau menambahkan, selama ini kadang banyak anak daerah yang mendaftar tidak lulus di Pesantren Al Manar, maka dengan adanya konsulat ini, pembimbing konsulat beserta anggotanya bisa berinisiatif memberikan pemahaman tentang pesantren, atau memberi bimbingan khusus kepada anak-anak yang ingin masuk pesantren.

Konsulat Aceh Jaya dijamu oleh salah satu Wali Santri di Lamno

Perpulangan melalui konsulat hari ini mengunakan lima mini bus Hiace untuk konsulat Aceh Tengah dan satu bus baru operasional pesantren untuk mengantar konsulat Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya.  

Sampaikan Nasehat Liburan Santri , Ust. Ikhram M. Amin : Liburan Adalah Dakwah

10

ALMANAR.PONPES.ID – Sudah menjadi sunnah pesantren menjelang liburan, seluruh santri dibekali dengan pesan dan nasehat, yang disampaikan oleh pimpinan pesantren. Nasehat tersebut untuk mengingatkan santri tentang etika, adat istiadat dan nilai pendidikan pesantren.

Meskipun dalam masa liburan, bukan berarti pesantren tidak memperhatikan santri ketika liburan, sebab meskipun sedang berlibur santri haruslah tetap menjaga kesantriannya serta beretika. Untuk tujuan itulah diadakan pesan dan nasehat menjelang liburan semester pertama.

Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. Ikhram Amin, M.Pd dalam pesan dan nasehatnya, Rabu Malam, (16/12/2020) mengatakan bahwa liburan bagi santri merupakan momen untuk berdakwah, untuk mensyiarkan nilai-nilai pendidikan pesantren. Dan dakwah terbaik menurut beliau adalah dengan memberi suri tauladan yang baik (uswatun hasanah) kepada orang lain atau masyarakat.

“Liburan adalah dakwah, dan dakwah terbaik adalah memberi suri tauladan yang baik, memberi uswatun hasanah kepada yang lain, kepada masyarakat, orang tua atau orang-orang terdekat” Ujarnya dihadapan seluruh santri.

Kepada santri beliau menekankan tentang pentingnya etika dan menjaga akhlak selama di kampung halaman, tetap memegang teguh nilai-nilai pendidikan pesantren.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa liburan bukanlah berhenti dari totalitas kegiatan pesantren, melainkan hanya perpindahan tempat saja dari pesantren ke rumah, sedangkan kegiatannya tetap dipraktekkan, diamalkan setiap kegiatan yang ada di pesantren,baik itu dalam hal ibadah maupun cara muamalah.

Kepada orang tua beliau berpesan untuk selalu aktif mengawasi anaknya masing-masing selama di rumah, baik itu dalam pergaulan maupun dalam kegiatan ubudiyah.

Menjadikan Liburan Sebagai Sarana Dakwah

Kegiatan dakwah adalah hal yang dianjurkan oleh agama bagi umat islam, dengan dakwahlah terketuk hati manusia untuk mengenal siapa Tuhan mereka, dengan dakwahlah pintu-pintu hidayah bagi hamba-hamba Allah yang khilaf. Maka, liburan adalah momen yang sangat efektif untuk berdakwah, menyebarkan inspirasi beribadah kepada yang lain, menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat, kerabat, sahabat dan keluarga. Dan yang tidak kalah penting adalah member suri tauladan yang baik kepada masyarakat.

Para santri memiliki tempat spesial di hati masyarakat saat mereka pulang ke kampung halaman. Para santri tidak jarang diminta untuk menjadi imam di surau atau mesjid bahkan untuk mengisi ceramah bahkan pengajian. Dari sini kita bisa lihat bahwa santri mempunyai tugas yang besar saat kembali ke kampung halaman masing-masing, kontribusi dan partisipasi para santri penantian masyarakat.

Liburan Untuk Belajar

Selain sebagai momen untuk berdakwah, liburan juga bisa dimanfaatkan oleh santri sebagai kesempatan untuk belajar, mengingat keilmuan para santri masih sangat terbatas. Maka tidak salahnya para santri mengikuti pengajian-pengajian yang ada di kampung halamannya. Mendatangi guru-guru untuk belajar selain ilmu yang diajarkan di pesantren, berbaur dengan masyarakat belajar tentang ilmu kehidupan.

Bersilaturahmi dengan orang-orang yang dituakan (teungku atau imum chik gampong, tokoh masyarakat) di kampung halaman, minta nasehat mereka sebagai tambahan untuk kehidupan yang lebih baik. Selain itu, para santri juga bisa mengikuti aneka kegiatan atau kursus yang diadakan di kampungnya masing-masing. Tidak salah bagi santri mengisi liburan dengan kegiatan bersifat mendidik.

Maka, liburan bagi santri bukanlah liburan semata. Tapi bagaimana caranya memanfatkan liburan sebagai momen untuk refreshing dan memanfaatkannya untuk berdakwah dan belajar agar liburannya benar-benar bermakna dan produktif.