Beranda blog Halaman 9

Guru adalah Pengajar Kebaikan, Disiplin Harus Lahir dari Kesadaran

0
Guru adalah Pengajar Kebaikan, Disiplin Harus Lahir dari Kesadaran

Dalam Apel Bulanan Guru dan Pengurus Pesantren Modern Al-Manar yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, Ust. H. Syahrul Ramadhan, MA, selaku Koordinator Pengasuhan Santri Pesantren Modern Al-Manar, menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat peran guru dan nilai kedisiplinan dalam dunia pendidikan pesantren.

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa guru adalah pengajar kebaikan, sehingga kebaikan tersebut harus senantiasa melekat pada diri seorang guru. Tidak hanya melalui materi pelajaran, tetapi juga tercermin dalam sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari. Dari sanalah, nilai-nilai kebaikan itu akan mengalir kepada santri dan menjadikan guru sebagai suri teladan yang nyata dalam kehidupan mereka.

Ust. H. Syahrul Ramadhan, MA juga mengingatkan pentingnya menjalankan disiplin yang telah ditetapkan di lingkungan pesantren. Menurut beliau, disiplin sejati bukanlah disiplin yang lahir karena rasa takut kepada pimpinan, melainkan disiplin yang tumbuh dari kesadaran diri sebagai pendidik. Kesadaran bahwa setiap aturan merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan itikad baik dan tanggung jawab moral seorang guru.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh guru dan pengurus untuk senantiasa bermunajat kepada Allah SWT, agar setiap tugas, pengabdian, dan ikhtiar yang dilakukan hari ini—demi pesantren dan umat—bernilai ibadah dan menjadi amal jariyah. Apa yang ditanamkan di ruang kelas, dalam pengasuhan, dan dalam keteladanan, diyakini akan menjadi catatan amal yang terus mengalir pahalanya.

Apel bulanan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh guru dan pengurus Pesantren Modern Al-Manar untuk terus memperkuat komitmen dalam mendidik santri, tidak hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan akhlak, keteladanan, dan kesadaran spiritual.

Pengurus Baru OSPA Al-Manar, Harapan Baru bagi Santriwati

0
Antusias Santriwati Sambut Pengurus OSPA Al-Manar Periode 2026–2027

Oleh : Syarifah Kayyisa Nafisa, Kelas I Aliyah Al Manar, Kelas Media dan Jurnalistik

Suasana Pesantren Modern Al-Manar terasa berbeda pada akhir Januari lalu. Sejak sore hari, seluruh santri tampak bergegas menuju Convention Hall, tempat diselenggarakannya agenda kenaikan dan penetapan pengurus OSPA (Organisasi Santri Pesantren Al-Manar) periode 2026–2027. Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias.

Sebagai santriwati, momen ini selalu menjadi saat yang paling dinanti. Kenaikan OSPA bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi awal dari kepemimpinan baru yang akan membersamai kehidupan santri selama satu tahun ke depan. Rasa penasaran terlihat jelas, terutama saat menunggu siapa yang akan dipercaya menjadi Ketua OSPA selanjutnya.

Agenda kenaikan OSPA yang berlangsung pada 31 Januari 2026 ini menjadi puncak penantian para santri. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya diumumkan bahwa Ukhti Izza Muzayyana resmi menjabat sebagai Ketua OSPA periode 2026–2027. Pengumuman tersebut langsung disambut dengan tepuk tangan dan sorakan semangat dari para santri yang memenuhi ruangan.

Dalam penyampaiannya, Ketua OSPA terpilih menegaskan komitmennya untuk menegakkan kedisiplinan di lingkungan pesantren. Pesan ini menjadi perhatian besar bagi para santri. Disiplin memang sering terasa berat, namun memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan tanggung jawab.

Disiplin adalah cara untuk mengendalikan diri, mengelola waktu, serta menata kehidupan dengan lebih baik. Banyak orang memiliki kepintaran, tetapi tanpa disiplin, kesuksesan sulit diraih. Oleh karena itu, disiplin disebut sebagai salah satu kunci utama menuju keberhasilan.

Sebagai santriwati, kami mulai memahami bahwa aturan dan kedisiplinan yang diterapkan di pesantren bukan untuk membatasi, melainkan untuk melatih kami agar hidup lebih teratur dan mandiri. Ketika seseorang mampu mendisiplinkan dirinya sendiri, maka ia akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kenaikan OSPA tahun ini tidak hanya menghadirkan pemimpin baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama agar tidak takut pada disiplin. Menjalani aturan pesantren dengan ikhlas, penuh kesungguhan, dan tanggung jawab adalah bagian dari proses pembentukan jati diri santri.

Dengan kepengurusan OSPA yang baru, tumbuh harapan agar semangat, kedisiplinan, dan kebersamaan semakin kuat, serta mampu membawa santri Pesantren Modern Al-Manar menjadi pribadi yang berakhlak, tangguh, dan siap menatap masa depan.