Beranda blog Halaman 34

Jelang Perpulangan, Santri Al Manar Terima Majalah Manara Edisi Kedua

0
Jelang Perpulangan, Santri Al Manar Terima Majalah Manara Edisi Kedua

ALMANAR.ID – Menjelang perpulangan santri dalam rangka liburan Idul Adha 1446 H, santri Pesantren Modern Al Manar menerima Majalah Manara, jurnal berita tahunan yang diterbitkan oleh Humas Al Manar. Majalah ini berisi kumpulan berita pilihan yang bisa dibaca oleh santri maupun wali santri, sebagai dokumentasi kegiatan dan perkembangan pesantren.

Edisi kedua Majalah Manara ini memuat rangkuman berbagai peristiwa dan capaian pesantren sejak tahun 2021 hingga 2024. Setelah sempat tertunda penerbitannya selama satu tahun, tahun ini majalah tersebut kembali hadir dengan penyempurnaan, yakni telah dilengkapi dengan nomor seri ISSN 3090-1308 yang resmi dikeluarkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional – Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah, Pusat Nasional ISSN Indonesia, pada 22 April 2025. Ini menjadi pencapaian penting karena edisi sebelumnya belum memiliki identitas ilmiah resmi tersebut.

Majalah ini dibagikan oleh Humas Al Manar melalui Bidang Pengasuhan Santri, bertepatan dengan pengambilan surat izin perjalanan pulang liburan pada Senin, 2 Juni 2025, di Aula Pesantren. Pembagian dilakukan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya sepeser pun. Seluruh biaya percetakan ditanggung oleh pesantren, dan dicetak oleh Unit Usaha Pesantren Modern Al Manar.

Jelang Perpulangan, Santri Al Manar Terima Majalah Manara Edisi Kedua

Sementara itu, perpulangan santri dimulai usai pelaksanaan tausiyah dan nasihat oleh Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd., di Masjid Jami Haji Abdul Wahab pada pagi harinya. Mulai pukul 13.30 WIB, para santri diperkenankan pulang setelah menerima surat izin dari pihak pengasuhan.

Meski cuaca cukup terik dengan suhu mencapai 32°C, semangat para santri tidak surut. Mereka antusias mengantre dan mengambil surat izin perjalanan, di mana orang tua maupun kendaraan penjemput sudah menanti. Beberapa santri dijemput langsung oleh orang tua, sementara lainnya menggunakan mobil travel yang telah dipesan sebelumnya. Santri asal Bener Meriah, Takengon, dan Gayo Lues pulang malam harinya melalui konsulat masing-masing, dengan pengawalan dari pembimbing konsulat menggunakan kendaraan yang telah dikoordinasikan.

Penerbitan dan pembagian Majalah Manara ini menjadi wujud komitmen pesantren dalam membangun budaya literasi, transparansi informasi, serta menjaga komunikasi berkelanjutan dengan seluruh keluarga besar Al Manar, baik selama santri di pesantren maupun saat berada di rumah.

Menjelang Liburan Idul Adha, Ustadz Fakhruddin Ingatkan Santri Kelola Waktu dengan Baik

0

ALMANAR.ID – Menjelang perpulangan santri dalam rangka liburan Idul Adha 1446 H, Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd., menyampaikan pesan dan nasihat penting kepada seluruh santri dalam sebuah tausiyah yang digelar di Masjid Jami Haji Abdul Wahab, pada Senin pagi (2/6/2025).

Dalam tausiyahnya, Ustaz Fakhruddin menekankan pentingnya pengelolaan waktu secara bijak selama masa liburan. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan seseorang sangat erat kaitannya dengan kemampuan mengatur waktu secara efektif.

“Waktu bermain secukupnya, waktu belajar secukupnya, waktu tidur seoptimal mungkin. Jangan balas dendam karena merasa kurang tidur di pesantren,” ujar beliau, sembari menyinggung fenomena ‘intiqom’—yakni kebiasaan santri yang tidur berlebihan sebagai balas dendam saat liburan karena merasa kurang istirahat selama di pesantren.

Lebih lanjut, beliau mengajak para santri untuk tetap menjaga semangat belajar dan kedisiplinan, meski sedang tidak berada di lingkungan pesantren. Liburan, kata beliau, bukan hanya soal bersenang-senang, tetapi juga saat yang tepat untuk menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab.

“Walaupun liburan ini singkat, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Bersilaturahim ke rumah saudara dan tetangga, bantu orang tua, kerjakan hal-hal yang produktif. Dan ingat, setelah liburan kalian akan menghadapi ujian semester genap, jadi sisakan juga waktu untuk mengulang pelajaran. Main secukupnya, belajar semampunya, semuanya harus diatur sedemikian rupa,” pesan beliau.

Ustaz Fakhruddin juga tidak lupa berpesan kepada para orang tua santri agar turut mengawasi anak-anak mereka selama berada di rumah.

“Ibadahnya, pergaulannya, semua kembali kepada orang tua. Liburan bukan berarti bebas tanpa batas,” tegasnya.

Pesan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pesantren Modern Al Manar dalam membina karakter santri secara berkelanjutan, bahkan ketika mereka berada di luar lingkungan pesantren.