ALMANAR.ID – Proses seleksi Calon Tenaga Pengajar Baru di Pesantren Modern Al-Manar untuk Tahun Ajaran 2025/2026 resmi memasuki tahap akhir. Sebanyak 30 peserta mengikuti microteaching pada Kamis, 10 Juli 2025, sebagai bagian dari seleksi lanjutan untuk menilai kemampuan mengajar secara langsung di hadapan tim penguji dan panitia seleksi.
Sejak awal dibuka, rekrutmen ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dari kuota yang tersedia untuk 10 formasi pengajar, jumlah pendaftar mencapai 152 orang. Formasi tersebut meliputi bidang studi Kimia (2 formasi), Matematika (2 formasi), Fisika (2 formasi), serta masing-masing 1 formasi untuk Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Jumlah pelamar yang besar mencerminkan tingginya minat serta kepercayaan publik terhadap reputasi pendidikan di Al-Manar.
Setelah melalui tahap seleksi administrasi dan wawancara, sebanyak 30 orang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan microteaching. Tahap ini menjadi penilaian akhir sebelum dipilih 10 orang terbaik yang akan secara resmi bergabung sebagai tenaga pengajar tetap sesuai bidang masing-masing.
Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan partisipasi tinggi dari para pendaftar. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari komitmen Al-Manar untuk terus menjaga kualitas pendidikan.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan pendidikan terbaik bagi para santri. Semoga para pengajar baru mampu menjadi bagian penting dalam membentuk generasi unggul dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Alhamdulillah, proses seleksi Calon Tenaga Pengajar Baru di Pesantren Modern Al-Manar untuk Tahun Ajaran 2025/2026 telah memasuki tahap akhir. Kamis, 10 Juli 2025, sebanyak 30 peserta mengikuti microteaching sebagai bagian dari tahapan seleksi lanjutan. Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Al-Manar dalam menjaring tenaga pendidik yang berkualitas dan profesional. Tercatat, dari kuota awal hanya sepuluh formasi pengajar, proses rekrutmen ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Total pendaftar mencapai 152 orang, menunjukkan minat dan kepercayaan yang tinggi terhadap lembaga pendidikan ini. Setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara, 30 orang berhasil melaju ke tahap microteaching. Formasi yang dibuka mencakup mata pelajaran Kimia, Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, dan Fisika. Setelah seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan ketat, akhirnya terpilih 10 orang terbaik yang dinyatakan lolos dan akan bergabung sebagai tenaga pengajar sesuai bidang studi dan kuota yang dibutuhkan. Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd menyampaikan harapan besar agar para guru baru ini dapat berkontribusi secara optimal dalam mendidik santri dan terus meningkatkan mutu pendidikan di pesantren. “Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan pendidikan terbaik bagi para santri. Semoga para pengajar baru mampu menjadi bagian penting dalam membentuk generasi unggul dan berakhlak mulia,” ujarnya. #PesantrenModernAlManar#PesantrenAlManar#pesantrenstory#pesantrenmodernalmanar#AlManarDaily#HumasAlManar#pesantrenalmanaracehbesar#fypppppppppppppppppppppp#pesantrenmodern#AlManarPodcast#seleksiguru#gurualmanar
Dengan berakhirnya seluruh tahapan seleksi, sepuluh guru terbaik yang terpilih diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendidik dan membimbing para santri di lingkungan pesantren. Al-Manar kini semakin siap menyongsong tahun ajaran baru dengan kekuatan baru di bidang tenaga pendidik yang kompeten dan berdedikasi.
ALMANAR.ID – Suasana penuh rasa syukur dan kehangatan kebersamaan menyelimuti halaman belakang Masjid Baitul Azhar Cot Irie pada Selasa siang, 8 Juli 2025. Ikatan Family Al-Manar (IFA) menggelar Kenduri Tasyakuran atas progres pembangunan Kantor Sekretariat IFA yang kini telah mencapai sekitar 60 persen.
Gedung tiga lantai yang sedang dibangun ini merupakan inisiatif kolaboratif antara IFA dan Yayasan Bungong Jeumpa Al Azhar. Kantor alumni ini diharapkan menjadi pusat aktivitas, ruang diskusi, serta tempat lahirnya ide-ide kebaikan dan pengabdian bagi masyarakat serta pesantren.
Pembangunan ini berawal dari Sharing Session IFA bersama Yayasan Bungong Jeumpa Al Azhar pada Senin malam, 10 Februari 2025, yang diadakan di MZ Coffee. Dalam forum yang dihadiri oleh para alumni, Ketua IFA, para pengurus sebelumnya, dan pembina yayasan, H. Ibrahim A. Wahab menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Tak lama setelah pertemuan itu, proses pembangunan pun dimulai secara bertahap.
Ketua IFA, Sibghatullah Ar-Rasyid, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar Yayasan Bungong Jeumpa Al Azhar atas dukungan penuh yang diberikan. Ia juga mengapresiasi kehadiran para tokoh pesantren dan guru-guru senior yang telah lama mengabdi di Al-Manar.
Suasana penuh rasa syukur dan kehangatan kebersamaan menyelimuti halaman belakang Masjid Baitul Azhar Cot Irie pada Selasa, 8 Juli 2025. Pada hari itu, Ikatan Family Al-Manar (IFA) menggelar Kenduri Tasyakuran atas progres pembangunan Kantor Sekretariat IFA yang kini telah mencapai sekitar 60 persen. Gedung tiga lantai yang sedang dibangun ini diharapkan menjadi pusat aktivitas alumni, ruang bertukar pikiran, serta tempat lahirnya ide-ide kebaikan dan pengabdian bagi masyarakat. Acara ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan para alumni dalam membangun kontribusi berkelanjutan bagi pesantren dan umat. Ketua IFA, Sibghatullah Ar-Rasyid, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Yayasan Bungong Jeumpa Al Azhar yang selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada alumni. Ia juga mengapresiasi kehadiran para tokoh pesantren dan guru-guru senior yang telah lama mengabdi di Al-Manar. Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar yang juga penasehat IFA, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran yayasan sangat signifikan dalam mendukung kiprah para alumni. Beliau turut mengenang jasa almarhum H. Azhar Manyak yang telah menggagas berdirinya pesantren dengan cita-cita luhur untuk mendidik anak-anak yatim dan fakir miskin. Gagasan beliau menjadi inspirasi dan landasan dalam melanjutkan perjuangan pendidikan yang bermartabat. Turut hadir dalam acara ini para guru senior dan tokoh penting pesantren, termasuk pimpinan perdana Pesantren Modern Al-Manar, Dr. Syarifuddin, M.Ag, pimpinan umum Ust. H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd, pengurus yayasan Ibu Rita Zahara, pembina yayasan H. Ibrahim A. Wahab, majelis guru Ust. Dr. Zulkhairi Sofyan, MA, serta para guru assabiqunal awwalun seperti Ust. Mulyadi Kurdi dan guru-guru lainnya yang pernah mengabdi di Al-Manar. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, penyantunan anak yatim dari lingkungan sekitar, dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan. Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh H. Ibrahim A. Wahab, pembina yayasan, dan telah dimusyawarahkan sebelumnya saat beliau menjamu para alumni di MZ Coffee pada malam Sabtu lalu. #PesantrenModernAlManar#PesantrenAlManar#pesantrenstory#pesantrenmodernalmanar#AlManarDaily#HumasAlManar#pesantrenalmanaracehbesar#fypppppppppppppppppppppp#pesantrenmodern#AlManarPodcast#alumnialmanar#ifaalmanar#ikatanfamilyalmanar#hidupdipesantren
Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar dan juga penasehat IFA, Dr. Tgk. H. Ikhram M. Amin, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran yayasan sangat signifikan dalam mendukung kiprah alumni. Ia juga mengenang jasa almarhum H. Azhar Manyak, pendiri pesantren, yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak yatim dan fakir miskin. Semangat itulah yang kini diwarisi dalam pembangunan sekretariat alumni ini.
Acara turut dihadiri oleh para guru senior dan tokoh penting pesantren, seperti Dr. Syarifuddin, M.Ag (pimpinan perdana Al-Manar), Ust. H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd (pimpinan umum), Ibu Rita Zahara (pengurus yayasan), H. Ibrahim A. Wahab (pembina yayasan), Ust. Dr. Zulkhairi Sofyan, MA, serta para guru Assabiqunal Awwalun seperti Ust. Mulyadi Kurdi dan guru-guru lainnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyantunan anak yatim dari lingkungan sekitar, dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan. Seluruh pendanaan tasyakuran ini merupakan sumbangsih pribadi dari H. Ibrahim A. Wahab dan telah dimusyawarahkan saat menjamu para alumni di MZ Coffee pada malam Sabtu sebelumnya.