Beranda blog Halaman 274

Yatim Piatu yang Jadi Juara Nasional

0
Rifqi Hidayatil Khaliq sedang memegang piala juara I pidato bahasa Arab tingkat nasional. Foto direkam, Rabu (10/8). SERAMBI/MUHAMMAD HADI

SERAMBI INDONESIA | USIANYA baru 13 tahun, tapi sudah mampu menguasai bahasa Arab.Sehingga mampu meraih juara pertama lomba pidato bahasa Arab pada Kompetisi dan Expo Madrasah Tingkat Nasional (Kemnas) II yang diadakan Direktorat Pendidikan Madrasah Diatjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

Rifqi Hidayatil Khaliq sedang memegang piala juara I pidato bahasa Arab tingkat nasional. Foto direkam, Rabu (10/8). SERAMBI/MUHAMMAD HADI
Rifqi Hidayatil Khaliq sedang memegang piala juara I pidato bahasa Arab tingkat nasional. Foto direkam, Rabu (10/8). SERAMBI/MUHAMMAD HADI

Timur,  19-22 Juli 2011.

Pemiliki gelar itu adalah Rifqi Hidayatil Khaliq, siswa Kelas 3 MTsS Al Manar, Aceh Besar. Prestasi itu makin menambah semangat remaja kelahiran Sentosa, Beureuneun, Pidie, 1 Januari 1998 itu. Apalagi, ia mampu mengungguli peserta dari berbagai provinsi lain di Indonesia pada acara tersebut.

Atas gelar itu, tak salah jika kemudian anak bungsu dari pasangan Takdir Syarif (alm) dan Nuraini (almh) ini ingin kembali menjadi juara I pidato bahasa Arab di Kemnas III tahun 2012 di Palembang, Sumatera Selatan. “Saya terus mempersiapkan diri sejak sekarang supaya bisa menjadi juara lagi pada acara yang sama tahun depan,” ujar Rifqi yang didampingi abangnya, Raidi Rizki Anshari dan Ustad Martunis.

Ditanya tipsnya hingga mahir berbahasa Arab, Rofqi mengatakan, cara belajar yang praktis adalah dengan mulai menghafal kosa kata bahasa Arab secara rutin dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan malu-malu bicara dengan bahasa Arab semampu mungkin sambil berdoa agar lancar berbahasa Arab. “Sebaiknya kosa kata setiap kali dibaca ditulis di buku notes. Dengan cara itu, Insya Allah menghafal bahasa Arab lebih mudah,” ujar anak yatim  yatim piatu.

Rifqi juga punya cita-cita untuk menimba ilmu ke universitas di Madinah, Arab Saudi. Tujuannya untuk mendalami ilmu bahasa arab dan ilmu syariah, sehingga saatnya nanti ia berharap bisa menjadi dosen Bahasa Arab. Rifqi juga ingin menimba ilmu Eropa atau Amerika.

Bahkan, kini setiap hari Rifqi makin aktif menghafal Alquran. Hal itu ia lakukan karena ingin menjadi penghafal Quran hingga 30 juzz. Sekarang, Rifqi sudah mampu menghafal dua juz dan sedang masuk tiga juz. “Kalau ingin menghafal Quran 30 juz harus mulai dari sekarang dan kalau ingin bisa bahasa Arab dan Inggris juga harus dari sekarang secara sungguh-sungguh dan diiringi doa,” ujar Rifqi Hidayatil Khaliq yang meraih juara umum sejak kelas I dan kelas II di MTsS Al Manar. * muhammad hadi

Pesantren Al Manar Tatar Guru Baru

0

Al Manar Post | Untuk meningkatkan kualitas dan persamaan persepsi guru, Pesantren Modern Al Manar menatar sejumlah guru baru. Penataran ini dilaksanakan pada malam hari mulai tanggal 13 Mei 2015 sampai dengan 23 Mei 2015 yang dikuti sebanyak 11 (sebelas) guru baru yang bertempat di aula kantor kampus tersebut.

_MG_8742

Acara ini dibuka langsung oleh Pimpinan Pesantren sekaligus menjadi pemateri tentang kepesantrenan , Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd. dalam sambutannya beliau mengatakan penataran ini sangat penting untuk menyamakan persepsi tentang maksud dan tujuan pesantren ini.

Panitia pelaksana acara ini, Ustadz Muhammad Taufik juga menambahkan bahwasanya tujuan dari penataran ini untuk memberi bekal kepada guru, untuk memiliki kesadaran yang tinggi, wawasan yang luas, dan keterampilan yang memadai dalam menyukseskan pendidikan di Pesantren Modern Al-Manar.

“Dengan adanya penataran ini guru-guru ini dapat memahami dan menjiwai sifat dan profesinya sebagai pendidik di lingkungan pesantren.” tambahnya

Adapun materi yang akan disampaikan dalam penataran ini adalah; tentang wawasan kepesantrenan, Adat Istiadat, Kesiplinan, Ubudiyah, Profesi Keguruan, dan  pengenalan tata tertib guru dan santri. Sedangkan pemateri dalam penataran ini di isi oleh guru-guru senior Pesantren Modern Al Manar sendiri. (IK)

Sumber : almanarpost.com