Beranda blog Halaman 238

Al Manar Juara Umum LP-3 Putri VI se-Aceh

0
Al Manar Juara Umum LP-3 Putri VI se-Aceh (1)

ALMANAR.PONPES.ID – Kontingen Pramuka Putri Pesantren Modern Al Manar Aceh Besar keluar sebagai juara umum tingkat penegak acara Lomba Perkemahan Pramuka Pesantren (LP-3) Putri VI se-Aceh Tahun 2018.

Kegiatan yang sekaligus ajang silaturahmi antar santri yang berlangsung mulai 2 sd. 6 September 2018 di Pesantren Terpadu Nurul Islam, Blangrakal, Kec. Pintu rime Gayo kab. Bener Meriah itu ditutup pada Kamis (6/9).

Selain Al Manar, Juara umum juga diraih oleh Pesantren Tgk. Chiek Oemar Diyan Aceh Besar tingkat penggalang.

Ketua Panitia Pelaksana LP-3 Putri VI, Mailita Zahara melaporkan bahwa LP-3 tahun ini diikuti oleh 28 Kontingen Pesantren se Aceh, juga salah satu pesantren dari Deli Serdang, Sumatera Utara, Pesantren  Mawaridussalam.

Disebutkan juga, dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu dilaksanakan aneka lomba seperti, kepramukaan, keilmuan, kesenian, keagamaan, dan olahraga.

Ketua Gerakan Pramuka Pesantren (GPP) Putri , Ira Puspita Sari, S.Pd, mengatakan bahwa esensi  kegiatan ini adalah menjalin ukhuwah antar peserta dari seluruh pesantren di Aceh yang sesuai dengan tema ” Bina ukhuwah, Gali Potensi dan Raih prestasi”.

Untuk diketahui, Lomba pramuka antar pesantren ini sendiri sudah berlangsung sejak lama dan diikuti oleh sejumlah pesantren seluruh Aceh yang bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah antar pesantren.

Biasanya, lomba yang dimotori oleh satuan guru-guru pesantren yang tergabung dalam Gerakan Pramuka Pesantren Aceh (GPP) ini dilaksanakan di pesantren-pesantren yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah pertahunnya.

Sumber : AlManarNews.ID 

3 Lulusan Al Manar Yang Hafal Al Quran Dapat Penghargaan

0

AlManarNews.ID – Dalam wisuda tahun ini, Sabtu (21/4/2018) pihak Pesantren Modern Al Manar juga memberikan penghargaan kepada wisudawan yang berhasil menghafal Alquran, diantaranya ;  Yulidarnia , santriwati ini berhasil menghafal sebanyak 18 juz,  Arif Rahman sebanyak 10 juz dan Haniful Huda sebanyak 9 juz.

Pimpinan Pesantren, Tgk. Ikhram M. Amin, M.Pd mengatakan bahwa apreasiasi tersebut diberikan sebagai bentuk motivasi kepada mereka untuk melanjutkan hafalan dan bagi santri yang lain, mengingat pesantren tersebut bukan pesantren berbasis khusus tahfidzul Qur’an, tapi ada santri yang berhasil menghafal Al Quran. Selain itu, kepada lulusan yang diwisuda hari ini, mereka juga sudah dibekali hafalan Al Quran sebanyak 2 juz yang juga sebagai syarat wisuda.

“ Al Manar bukan lembaga pendidikan berfokus pada tahfidz Al Qur’an, tapi bagi santri yang ada minat dalam hal tersebut kita arahkan mereka, disini ada kelompok tahfidznya yang dibina langsung oleh ustadz-ustadz yang hafidz 30 juz dibawah binaan bagian Ta’mir Mesjid” Ujar Tgk. Ikhram

“Alhamdulillah, meskipun pesantren kita penuh dengan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pembinaan karakter, mental dan bahasa santri, tidak berfokus pada tahfidz Al Qur’an , tapi 3 lulusan hari ini membuktikan dapat menyisihkan waktu mereka untuk menghafal Al Qur’an, ini patut kita syukuri bersama dan harus ditiru oleh santri-santri yang lain” tambahnya.

Sementara itu, Ust. Muhammad Taufik yang didampingi oleh Ust. Masykur Rahmat, Pembina Kelompok Qari’ Tahfidz Al Manar kepada AlManarNews.ID ,mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan hafalan santri, mulai dari santri kelas satu hingga santri kelas akhir.

Untuk mendongkrak anak-anak dalam hafalan, pihak ta’mir mesjid sudah mewajibkan santri untuk menyetor hafalan mulai dari kelas satu tsanawiyah dengan surat yang berbeda tingkatan menurut kelasnya yang dibebankan menjadi syarat untuk mengikuti ujian semester.

“Sejak 2 tahun terakhir kita sudah mulai mewajibkan para santri mulai menyetor hafalan, sudah lama sebenarnya kita mulai, tapi sejak 2 tahun terakhir sudah mulai kita perketat, untuk santri yang diwisuda hari ini, mereka sudah punya modal hafalan 2 juz, itu syarat mereka untuyk wisuda, dan Alhamdulillah mampu dilewati semua” ujarnya Ustadz Taufik yang hafidz 30 juz ini.

“Meskipun Al Manar bukan pesantren tahfidz, tapi kita bekali mereka dengan hafalan Al Qur’an semampu mereka, kami atur hafalannya sesuai kelas masing-masing, karena tahfidz ini tidak bisa terlalu dipaksakan, karena kurikulum kita berbeda dan kegiatan ektrakurikuler kita padat, akan berbeda dengan pesantren yang berfokus pada tahfidz, sudah pasti tidak terlalu banyak kegiatan yang tidak terlalu berkaitan dengan tahfidz” tutupnya.