Beranda blog Halaman 229

Sudah Mulai Latihan, Kader Silat Al Manar Asah Kemampuan Fisik dan Jurus

0

ALMANAR.PONPES.ID – Persatuan Silat Al Manar (Persinar) mulai melakukan latihan fisik dan jurus bersama di aula gedung serba guna Pesantren Modern Al Manar, Minggu Malam, (11/10/2020). Para peserta latihan khusus ini adalah santri yang tergabung dalam Persinar, kader khusus pesantren yang akan di utus menjadi atlit dalam setiap ada kejuaraan pencak silat.

Latihan perdana semalam, langsung diasuh oleh pelatih Pendekar Ust. Ikhram M. Amin, yang juga pimpinan pesantren dan Ust. Awaluddin, turut didampingi oleh ustadz pembimbing persinar, Ust. Chalik Akbar. Adapun jumlah keseluruhan anggota kader silat Al Manar yang putra sekitar 40 orang dan yang putri sekitar 30 orang.

Tampak dalam gambar Pelatih Ust. Awaluddin sedang memberi arahan kepada kader persinar

Fokus utama latihan ini lebih menjurus pada kekuatan fisik atlit dan kemudian mengasah kemampuan jurus dan seni. Latihan rutin mingguan ini dijadwalkan setiap malam senin untuk santri putra, dan santri putri setiap sore rabu dan sedangkan malam kamis khusus untuk para asatidz yang menjadi pembimbing kegiatan pencak silat di Pesantren Modern Al Manar.

Ust. Chalik Akbar, pembimbing persinar yang juga alumni Al Manar tahun 2019 ini menjelaskan bahwa dalam waktu dekat para kader persinar ini akan mengikuti ujian kenaikan tingkat terlebih dahulu dan kemudian baru akan dilantik dengan penyematan sabuk.

Para kader persinar tampak serius mengikuti aba-aba pelatih

Menurutnya latihan rutin mingguan ini merupakan program rutin persinar setiap tahun ajaran baru, untuk melatih fisik para kader dan mengasah sejumlah kemampuan, khususnya jurus dan seni. Mereka selalu disiapkan baik itu adanya kejuaraan maupun tidak.

“para atlit persinar ini bukan hanya fokus pada kejuaraan, ada event atau tidak para atlit harus selalu siap dengan keilmuannya, karena belajar ilmu bela diri ini bukan semata-mata untuk pamer kekuatan, tapi untuk melindungi diri dan menjadi diri yang rendah hati, karena muslim yang kuat jauh lebih baik dari pada muslim yang lemah”ujarnya

“kita juga selalu mengingatkan para kader persinar untuk untuk tetap menjadi pribadi yang rendah hati, tidak sombong, kita selalu ajarkan nilai-nilai pendidikan untuk selalu bersikap rendah hati, karena hanya dengan iman dan akhlak seseorang ini menjadi kuat, tanpa keduanya kita menjadi lemah” tambahnya

Untuk diketahui, kegiatan seni bela diri pencak silat ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib santri Pesantren Modern Al Manar yang rutin latihan setiap Sabtu sore, makanya wali santri dilarang berkunjung pada hari tersebut dan hari yang ada kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan latihan khusus kader persinar ini merupakan latihan khusus bagi santri yang ingin mendalami lebih ilmu silatnya, karena semua santri diberi kebebasan untuk memilih menjadi anggota club ekstrakurikuler tertentu.

Agar Nyaman Belajar, Bagian Pengajaran Pasang Kipas Angin Setiap Kelas

0

ALMANAR.PONPES.ID – Untuk meningkatkan kenyamanan di dalam kelas, Bagian Pengajaran Pesantren Modern Al Manar mulai tahun ajaran 2020/2021 ini memasang kipas angin dalam setiap kelas, sebanyak 31 ruang kelas putra dan putri. Pemasangan kipas angin ini sudah mulai dikerjakan sejak 23 September 2020 yang lalu, dan saat ini setiap kelas sudah dapat menggunakan kipas angin tersebut.

Kipas angin yang sudah terpasang dalam kelas

Program pemasangan kipas angin itu sendiri sebenarnya sudah pernah dilaksanakan oleh Bagian Pengajaran sejak 2 tahun lalu. Dan saat ini semua kipas angin tersebut sudah tidak berfungsi lagi karena sudah rusak. Pada tahun ini, seiring bertambahnya jumlah santri turut bertambah jumlah ruang kelas. Maka pada tahun ini jumlah kipas angin jauh lebih banyak dari pada sebelumnya.

Kabag Pengajaran, Ust. Apendi, SPd.I menjelaskan bahwa pemasangan kipas angin ini merupakan upaya pesantren melalui program Bagian Pengajaran untuk meningkatkan kenyamanan santri belajar dalam kelas, karena juga mengingat cuaca selama ini juga tidak menentu dan terkadang sangat panas.

Selain itu, sistem pengaktifan kipas angin tidak lagi dilakukan oleh santri di setiap kelas, melainkan menggunakan satu stop kontak yang terhubung untuk seluruh kelas yang di pusatkan di ruang Kabag. Pengajaran, sehingga yang menghidupkan dan mematikan kipas angin bukan lagi santri, tapi bagian pengajaran itu sendiri, guna menghindari kerusakan.

“Alhamdulillah tahun ini semua kelas sekarang sudah terpasang kipas angin, kita berharap santri semakin nyaman belajar, dan menurut evaluasi sebelumnya, agar kipas angin tidak cepat rusak, makanya proses pengaktifannya semuanya,  kita pusatkan di ruang pengajaran stop kontaknya” ujarnya

stop kontak kipas angin kelas yang dikontrol dari ruang pengajaran

Bagian Pengajaran berharap agar fasilitas kipas angin ini dapat dijaga sama-sama oleh santri, dan semakin nyaman santri belajar di kelas dan semakin meningkat pula semangat dan prestasi santri dalam kegiatan belajar mengajar.

“Harapannya, semua kipas angin ini dapat dijaga bersama, ini merupakan bentuk kepedulian pesantren terhadap kenyamanan santri belajar sesuai kemampuan finansial pesantren dan ruang kelas yang tersedia, semoga ke depannya kita bisa lebih meningkatkan fasilitasnya” tutupnya.