Beranda blog Halaman 263

BPOM Aceh Sosialisasikan Tentang Kemananan Pangan di Pesantren

0

Al Manar Post | Pesantren  memiliki peran strategis dalam membina generasi muda baik dari ilmu keagamaan maupun ilmu – ilmu lainnya seperti : kimia, biologi, manajemen dan teknik yang semuanya digunakan untuk bekal hidup, terutama di pesantren Al-Manar Cot Irie Aceh Besar yang merupakan pesantren modern. BBPOM Aceh juga turut berpartisipasi dengan memberi pengetahuan tentang Keamanan Pangan, Bahaya Merokok serta 5 Kunci Keamanan Pangan Untuk Keluarga tentunya dengan harapan para santri dapat juga berkiprah tidak hanya di bidang Keagamaan tapi juga sukses pada sains, medis dan kesehatan serta usaha pangan yang dapat membangkitkan ekonomi rakyat di Provinsi Aceh.

IMG_6355

Sudah saatnya santri tidak hanya menjadi Ustadz, mereka dapat menjadi teknokrat, birokrat yang juga memiliki integritas dan karakter karena ditempa di pesantren. Acara Sosialisasi Keamanan Pangan ini dibuka oleh salah satu tenaga pengajar di pesantren yaitu Ustadz Syamsul dan dilanjutkan oleh Kepala Bidang Serlik Drs.Muliawarman,Apt,M.Si yang memaparkan materi tentang Keamanan Pangan, 5 Kunci Keamanan Pangan dalam Keluarga dan Anis Rachmandari mempresentasikan materi tentang Bahaya Merokok untuk mencegah santri merokok.

Diskusi inter aktif berjalan dengan lancar yang diajukan oleh santri terutama disekitar Bahaya Kimia, Bahaya Fisik dan Bahaya Kuman serta cara mencegahnya agar jangan mencemari makanan, tidak kurang dari 15 pertanyaan yang diajukan dan dijawab oleh narasumber dengan gaya bahasa yang menarik agar tidak membosankan bahkan tercatat 3 (tiga) orang tenaga pengajar di pesantren juga mengajukan pertanyaan saat diskusi. Pembagian brosur tentang Formalin, Boraks dan Histamin dilaksanakan di penghujung acara. Harapan nya kegiatan Ini dapat bermanfaat. khususnya warga pesantren baik personil maupun masyarakat disekitarnya.

Sumber : almanarpost.com

Yatim Piatu yang Jadi Juara Nasional

0
Rifqi Hidayatil Khaliq sedang memegang piala juara I pidato bahasa Arab tingkat nasional. Foto direkam, Rabu (10/8). SERAMBI/MUHAMMAD HADI

SERAMBI INDONESIA | USIANYA baru 13 tahun, tapi sudah mampu menguasai bahasa Arab.Sehingga mampu meraih juara pertama lomba pidato bahasa Arab pada Kompetisi dan Expo Madrasah Tingkat Nasional (Kemnas) II yang diadakan Direktorat Pendidikan Madrasah Diatjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

Rifqi Hidayatil Khaliq sedang memegang piala juara I pidato bahasa Arab tingkat nasional. Foto direkam, Rabu (10/8). SERAMBI/MUHAMMAD HADI
Rifqi Hidayatil Khaliq sedang memegang piala juara I pidato bahasa Arab tingkat nasional. Foto direkam, Rabu (10/8). SERAMBI/MUHAMMAD HADI

Timur,  19-22 Juli 2011.

Pemiliki gelar itu adalah Rifqi Hidayatil Khaliq, siswa Kelas 3 MTsS Al Manar, Aceh Besar. Prestasi itu makin menambah semangat remaja kelahiran Sentosa, Beureuneun, Pidie, 1 Januari 1998 itu. Apalagi, ia mampu mengungguli peserta dari berbagai provinsi lain di Indonesia pada acara tersebut.

Atas gelar itu, tak salah jika kemudian anak bungsu dari pasangan Takdir Syarif (alm) dan Nuraini (almh) ini ingin kembali menjadi juara I pidato bahasa Arab di Kemnas III tahun 2012 di Palembang, Sumatera Selatan. “Saya terus mempersiapkan diri sejak sekarang supaya bisa menjadi juara lagi pada acara yang sama tahun depan,” ujar Rifqi yang didampingi abangnya, Raidi Rizki Anshari dan Ustad Martunis.

Ditanya tipsnya hingga mahir berbahasa Arab, Rofqi mengatakan, cara belajar yang praktis adalah dengan mulai menghafal kosa kata bahasa Arab secara rutin dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan malu-malu bicara dengan bahasa Arab semampu mungkin sambil berdoa agar lancar berbahasa Arab. “Sebaiknya kosa kata setiap kali dibaca ditulis di buku notes. Dengan cara itu, Insya Allah menghafal bahasa Arab lebih mudah,” ujar anak yatim  yatim piatu.

Rifqi juga punya cita-cita untuk menimba ilmu ke universitas di Madinah, Arab Saudi. Tujuannya untuk mendalami ilmu bahasa arab dan ilmu syariah, sehingga saatnya nanti ia berharap bisa menjadi dosen Bahasa Arab. Rifqi juga ingin menimba ilmu Eropa atau Amerika.

Bahkan, kini setiap hari Rifqi makin aktif menghafal Alquran. Hal itu ia lakukan karena ingin menjadi penghafal Quran hingga 30 juzz. Sekarang, Rifqi sudah mampu menghafal dua juz dan sedang masuk tiga juz. “Kalau ingin menghafal Quran 30 juz harus mulai dari sekarang dan kalau ingin bisa bahasa Arab dan Inggris juga harus dari sekarang secara sungguh-sungguh dan diiringi doa,” ujar Rifqi Hidayatil Khaliq yang meraih juara umum sejak kelas I dan kelas II di MTsS Al Manar. * muhammad hadi